Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo. Foto: dok BTN.
Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo. Foto: dok BTN.

BTN Terapkan Strategi Bisnis untuk Perangi Perubahan Iklim

Ade Hapsari Lestarini • 15 Agustus 2022 23:17
Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meraih apresiasi dari Carbon Disclosure Project (CDP) atas partisipasi, inisiatif, dan konsistensi perseroan dalam menerapkan berbagai strategi bisnis yang ikut memerangi perubahan iklim.
 
Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo mengatakan perseroan berkomitmen penuh dalam memerangi perubahan iklim. Sebagai wujud komitmen tersebut, seluruh pembiayaan perumahan yang disalurkan perseroan wajib memiliki Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).
 
Adanya apresiasi dari CDP, tambah Haru, menjadi bukti dari upaya perseroan memprioritaskan kelangsungan lingkungan hidup dalam menjalankan bisnisnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Apresiasi ini menjadi motor penyemangat bagi BTN untuk terus berjuang dalam memerangi perubahan iklim yang semakin terasa dari waktu ke waktu. Karena kami tidak hanya membiayai rumah sebagai tempat tinggal, tapi juga turut menjaga bumi sebagai tempat hidup yang aman," jelas Haru, Senin, 15 Agustus 2022.
 
Pada 2021, CDP mengapresiasi pengungkapan dan kinerja BTN terkait perubahan iklim (climate change). Founder BGK Foundation Deni Daruri menuturkan CDP memberikan rating C kepada BTN dalam kuesioner climate change. Dibandingkan dengan 2019, kata Deni, rating BTN naik empat level, dari rating F atau tidak merespons menjadi C di 2021.
 
Baca juga: PMN untuk BTN Dinilai Optimalkan Program Sejuta Rumah

"Rating C berarti perusahaan telah memasuki level awareness terkait perubahan iklim, memiliki pemahaman terkait isu perubahan iklim dan dampak yang dihasilkan," papar Deni.
 
Di Indonesia, kata Deni, BTN menjadi satu-satunya perbankan yang merespons kuesioner climate change, mendapatkan rating penilaian, dan dipublikasikan pada situs resmi CDP.
 
"Kami sangat mengapresiasi inisiatif dan konsistensi dari BTN dalam memerangi perubahan iklim. BTN telah memetakan berbagai risiko dan peluang terkait perubahan iklim, mengukur dampak finansial yang terjadi, serta mengukur strategi dan biaya yang harus dikeluarkan untuk mengatasi risiko dan peluang perubahan iklim," papar Deni.
 
Berbagai kegiatan penghematan energi dan pembiayaan hijau, kata Deni, juga telah dilakukan BTN sejalan dengan program-program Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) perseroan.
 
"Dengan transparansi dan usaha peningkatan kinerja perubahan iklim, BTN turut berkontribusi dalam upaya pencapaian penurunan emisi nasional dan global," ungkap Deni.
 
Sebagai informasi, CDP merupakan organisasi internasional yang bersifat independen. Organisasi tersebut memegang koleksi data global terbesar mengenai perubahan iklim, hutan, dan air. CDP juga menjadi jantung dari investasi serta keputusan dan kebijakan bisnis.
 
CDP merupakan platform yang lahir pada 2000 di London, Inggris. CDP digunakan oleh sekitar 590 investor yang memegang total modal senilai USD110 triliun dan 9.600 perusahaan di seluruh dunia termasuk BTN. BGK merupakan bagian dari CDP tersebut.
 
(AHL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif