Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK Riswinandi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA
Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK Riswinandi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA

OJK: Pinjol Ilegal Meresahkan, Citra Industri Fintech Jadi Rusak

Ekonomi OJK Fintech Pinjol ilegal Pinjaman Online Ilegal
Eko Nordiansyah • 10 November 2021 10:19
Jakarta: Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riswinandi mengatakan fenomena pinjaman online (pinjol) ilegal saat ini sangat meresahkan. Akibatnya, citra industri fintech cukup terganggu.
 
"Fenomena pinjol ilegal di tengah-tengah berbagai capaian serta kontribusi industri fintech peer to peer lending legal di Indonesia memang cukup meresahkan. Jika diibaratkan, mungkin seperti kata pepatah, nila setitik rusak susu sebelanga," ucap Riswinandi, dalam Dialog Kebangsaan, dikutip Rabu, 10 November 2021.
 
Menurut Riswinandi, dengan segala keunggulannya, fintech lending sebetulnya sangat potensial dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan finansial secara cepat dan menjangkau seluruh elemen masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Apalagi di sisi lain, literasi keuangan masyarakat di Indonesia masih rendah, yakni sebesar 38,03 persen atau setengah dari indeks inklusi keuangan sebesar 76,19 persen. Dengan kata lain, setengah dari masyarakat yang memiliki akses kepada produk keuangan belum paham mengenai produk keuangannya itu sendiri.
 
"Akibatnya, banyak sebagian dari masyarakat tersebut masuk ke dalam jebakan pinjol ilegal dan harus menanggung beban, bahkan mendapat perlakuan yang mengarah kepada tindakan pidana," tuturnya.

Terus mengedukasi

Oleh karena itu, OJK terus mengedukasi masyarakat untuk dapat membedakan fintech legal dan pinjol ilegal. Sebagai tindakan preventif, OJK sudah melakukan berbagai kegiatan termasuk sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai kanal seperti sosial media, webinar, hingga kuliah umum.
 
Otoritas Jasa Keuangan juga memiliki kanal komunikasi baik melalui Whatsapp, surel, ataupun telepon bagi masyarakat yang ingin melakukan pengaduan ataupun bertanya terkait fintech peer to peer lending.
 
"Selain itu, secara berkala OJK juga melakukan upgrading list atau daftar pinjaman online yang terdaftar di OJK baik melalui website maupun kanal sosial media lainnya. Hal tersebut agar masyarakat bisa senantiasa mengetahui mengenai daftar fintech legal yang terdaftar di OJK," pungkas Riswinandi.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif