IHSG dibuka menguat 31,96 poin atau 0,61 persen ke level 5.310,85. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 naik 4,29 poin atau 0,81 persen ke posisi 534,64.
Pergerakan pasar hari ini turut dipengaruhi oleh perhatian investor terhadap keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI). Di tengah tekanan terhadap rupiah dan ketidakpastian terkait MSCI, kebijakan suku bunga BI menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi arah pasar saham.
Baca Juga :
Dibuka Melemah, IHSG Hari Ini Berbalik Menguat
IHSG Melonjak 5,65% pada Perdagangan Sebelumnya
Pada Selasa, 20 Oktober 2026, IHSG ditutup melonjak 5,65 persen ke level 5.278,89. Penguatan ini terjadi setelah indeks sempat menyentuh 4.980,16 pada awal perdagangan.
Kenaikan tersebut mengindikasikan technical rebound, yakni pantulan harga setelah mengalami tekanan atau penurunan tajam. Penguatan mayoritas saham turut menopang pergerakan indeks.
Meski demikian, investor asing masih mencatatkan jual bersih atau net foreign sell sebesar Rp2,19 triliun. Arus keluar dana asing ini menjadi salah satu hal yang perlu dicermati karena reli IHSG belum cukup untuk memastikan kepercayaan investor telah pulih sepenuhnya.
Keputusan Suku Bunga BI Jadi Sorotan Investor
Untuk perdagangan hari ini, Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas mengatakan perhatian tertuju pada RDG Bank Indonesia dengan konsensus Bloomberg dari 34 ekonom memperkirakan BI Rate tetap di 5,75 persen.
Namun, terdapat proyeksi kenaikan suku bunga ke 6 persen bahkan 6,25 persen untuk menjaga stabilitas rupiah yang berada di sekitar Rp18.000 per USD.
"Di tengah tekanan arus modal asing dan ketidakpastian MSCI, keputusan BI akan menjadi katalis penting bagi pergerakan rupiah dan IHSG," kata tim riset pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Seperti diketahui, inflasi September sebesar 3,28 persen YoY masih berada dalam sasaran BI 1,5-3,5 persen.
Proyeksi IHSG
Secara teknikal, IHSG memantul dari support Fibonacci sekitar 4.942, dengan target technical rebound terdekat di 5.318-5.400.
Namun, MACD masih berada di zona negatif dengan momentum bearish, sehingga penguatan perlu dikonfirmasi lebih lanjut. Support berada di 5.185; jika kembali ditembus, risiko koreksi ulang meningkat.
"Penembusan resistance diperlukan untuk memperkuat peluang pemulihan," tulis tim riset.