Jakarta: Penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) menjadi salah satu perubahan terbesar dalam layanan BPJS Kesehatan yang tengah berjalan secara bertahap. Perubahan ini diharapkan meningkatkan pemerataan layanan sekaligus memberi kenyamanan yang lebih baik selama perawatan.
Di tengah transisi tersebut, muncul pertanyaan apakah perlindungan kesehatan tambahan masih diperlukan. Pada praktiknya, BPJS Kesehatan tetap berperan sebagai jaminan kesehatan dasar yang penting dimiliki, sementara mereka yang membutuhkan manfaat dan layanan tambahan dapat mempertimbangkan untuk beli asuransi kesehatan online di Cermati sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.Hadir saling melengkapi, berikut peran dan perbedaan antara BPJS Kesehatan dan asuransi kesehatan yang bisa Anda pahami:
KRIS Mengubah Sistem Rawat Inap BPJS Kesehatan
KRIS menghapus pembagian kelas rawat inap 1, 2, dan 3 pada layanan BPJS Kesehatan. Sesuai Perpres No. 59 Tahun 2024, kebijakan yang diterapkan bertahap ini menyamakan seluruh standar fasilitas kamar rawat inap peserta. Lewat KRIS, pelayanan kini murni berfokus pada indikasi medis dokter tanpa memandang kelas kepesertaan. Meski demikian, besaran iuran bulanan saat ini tidak berubah dan alur pelayanan tetap wajib mengikuti sistem rujukan berjenjang, kecuali untuk kondisi gawat darurat.Standar Fasilitas Rawat Inap Menjadi Lebih Setara
Pemerintah menetapkan standar fasilitas KRIS wajib demi meratakan kualitas rawat inap pasien. Rumah sakit kini wajib membatasi kapasitas maksimal 4 tempat tidur per kamar, menyediakan kamar mandi dalam, serta melengkapi setiap kasur dengan outlet oksigen, meja nakas, dan tirai pemisah. Lingkungan kamar juga wajib memiliki pengaturan suhu, ventilasi, pencahayaan, dan jarak antar-kasur yang memadai untuk meningkatkan kenyamanan pasien dari semua kelas kepesertaan.BPJS Kesehatan Tetap Menjadi Perlindungan Dasar
Fungsi utama BPJS Kesehatan sebagai jaminan kesehatan dasar berbasis gotong royong tidak berubah. Program sosial ini tetap menjadi fondasi penting perlindungan keluarga karena mampu menanggung biaya medis tanpa adanya limit tahunan selama peserta mengikuti prosedur yang berlaku. Meski jenis obat dan tindakan medis dibatasi oleh ketentuan pemerintah, BPJS memastikan masyarakat tidak perlu menanggung seluruh biaya pengobatan secara mandiri.Asuransi Kesehatan Swasta Memiliki Fungsi Berbeda
Memiliki asuransi tambahan bukan berarti menggantikan peran BPJS, melainkan melengkapinya. Sebagai gambaran, banyak produk asuransi swasta menyediakan jaringan rumah sakit yang lebih luas, termasuk layanan di luar negeri, serta pilihan penambahan manfaat seperti penyakit kritis, meski umumnya disertai batas atau limit pertanggungan tahunan.Pada skema cashless, biaya cukup ditanggung langsung di rumah sakit rekanan, sedangkan reimburse mengharuskan Anda membayar lebih dulu lalu mengajukan penggantian. Dengan demikian, BPJS dan asuransi swasta bukan soal mana yang lebih baik, melainkan keduanya memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda dalam memberikan perlindungan.
Kombinasi BPJS dan Asuransi Tambahan yang Ideal
Alih-alih memilih salah satu, memiliki BPJS Kesehatan dan asuransi kesehatan tambahan secara bersamaan justru memberi perlindungan yang lebih menyeluruh.Dalam praktiknya, keduanya dapat berjalan berdampingan, dengan BPJS sebagai penanggung utama sementara asuransi swasta membantu menutup selisih biaya seperti peningkatan kelas kamar atau layanan tambahan. Selain menutup selisih, asuransi swasta juga memberi keleluasaan memilih kamar atau rumah sakit tertentu di luar jalur antrean rujukan.
Pendekatan berlapis ini juga mengurangi risiko terganggunya keuangan saat menghadapi kebutuhan medis tak terduga. Dengan perencanaan yang tepat, kombinasi keduanya dapat menjaga kesehatan sekaligus kestabilan keuangan keluarga dalam jangka panjang.