Fauzi Arfan. Foto: Medcom/Wisa Irena Br Sitepu
Fauzi Arfan. Foto: Medcom/Wisa Irena Br Sitepu

Pasar Asuransi Jiwa Syariah Indonesia Belum Besar, Padahal Ada 250 Juta Muslim

Annisa ayu artanti • 18 September 2026 21:17
Ringkasnya gini..
  • AASI menilai pasar asuransi syariah Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar.
  • Potensi pasar didorong oleh besarnya populasi Muslim dan meningkatnya minat anak muda terhadap produk syariah.
Jakarta: Pasar asuransi syariah Indonesia dinilai masih jauh dari kata maksimal. Meski memiliki basis konsumen yang besar, industri ini masih menghadapi tantangan dalam memperluas akses produk hingga ke masyarakat yang selama ini belum terjangkau.

Ketua Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Fauzi Arfan, mengatakan jumlah tenaga penjual asuransi syariah saat ini masih relatif kecil dibandingkan potensi pasar yang tersedia.

Number of seller kita juga masih sedikit dibandingkan dengan asosiasi yang lain. Number kita itu mungkin 113.000 engine, tapi sebenarnya masih sangat rendah,” ujar Fauzi di sela rangkaian peresmian PT AXA Sharia Life Insurance Indonesia (ASLI) pada Jumat, 18 September 2026.

Menurutnya salah satu kunci untuk memperbesar pasar tersebut adalah meningkatkan jumlah tenaga penjual. Ia berharap semakin banyak perusahaan yang melakukan spin-off, supaya dapat ikut mendorong pertumbuhan industri secara keseluruhan.

Ia juga mencontohkan pengalaman Malaysia yang pernah menghadapi persoalan serupa, ketika jumlah tenaga penjual meningkat secara signifikan. Kondisi tersebut turut memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan industri asuransi syariah.

“Malaysia itu 20 tahun yang lalu juga punya isu yang sama. Punya number of sellers yang masih rendah, sehingga "kuenya" tidak besar. Ketika number of sales-nya naik signifikan, itu impact-nya sangat positif buat industri,” jelasnya.
   

Potensi Pasar Masih Besar Karena Anak Muda Mulai Melirik Syariah


Menurut Fauzi, peluang pertumbuhan asuransi syariah di Indonesia masih terbuka lebar karena jumlah masyarakat Muslim mencapai sekitar 250 juta. Namun, potensi tersebut dinilai belum tergarap secara signifikan oleh industri asuransi syariah.

Selain jumlah penduduk, perubahan preferensi masyarakat juga menjadi peluang. Fauzi melihat semakin banyak masyarakat yang mulai memiliki perhatian lebih terhadap produk berbasis syariah, termasuk dari kalangan anak muda.

"Anak-anak muda utamanya mereka lebih senang untuk punya produk syariah dalam 10 tahun terakhir ini. Artinya ini kan kesempatan besar," katanya.

Fauzi juga mengapresiasi perusahaan yang melakukan spin-off sebagai bagian dari upaya memenuhi ketentuan regulator. Menurutnya, semakin banyak perusahaan yang memiliki entitas syariah secara penuh, semakin besar pula peluang industri untuk berkembang.

"Kita berharap makin banyak player yang spin-off makin fokus. Dan pada akhirnya akan meningkatkan “kuenya” asuransi syariah," ujar Fauzi. (Wisa Irena Br Sitepu)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan