Pada perdagangan Jumat, 2 Januari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,17% atau naik 101,19 poin ke level 8.748. Untuk perdagangan Senin, 5 Januari 2026, IHSG diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kisaran 8.700–8.780.
| Baca juga: Ada Serangan AS ke Venezuela, IHSG Naik ke Level 8776 |
Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih menuturkan penguatan IHSG di awal tahun ini ditopang derasnya aliran dana asing. Investor global tercatat membukukan inflow sekitar Rp1,06 triliun di seluruh pasar ekuitas pada perdagangan pertama 2026.
Saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya dari kelompok konglomerasi, menjadi motor utama kenaikan indeks.
Dari sisi emiten, INET mengumumkan harga teoritis Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebesar Rp472 per saham. Perhitungan tersebut mengacu pada rasio HMETD 3:4 dengan harga pelaksanaan Rp250 per saham.
Harga teoritis ini mulai tercermin dalam perdagangan Senin (5/1). Sementara itu, pelaku pasar juga bersikap wait and see menantikan rilis data ekonomi domestik, terutama inflasi dan neraca perdagangan, yang beringat mempengaruhi arah kebijakan dan ekspektasi pasar ke depan.
Sentimen global cenderung stabil. Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat terbatas pada akhir pekan lalu, dengan indeks Dow Jones naik 0,66% dan S&P 500 menguat 0,19% (2/1/2026). Di sisi komoditas, harga minyak mentah WTI bergerak naik tipis 0,19% ke level USD57,4 per barel (kontrak Februari 2026).
Kenaikan harga minyak terjadi di tengah eskalasi geopolitik setelah Amerika Serikat melancarkan operasi militer di Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro untuk menghadapi dakwaan di New York.
Meski demikian, respons pasar global relatif terbatas. Konflik dinilai belum meluas dan belum memicu intervensi lanjutan, sehingga pelaku pasar belum sepenuhnya memasukkan faktor risiko geopolitik ke dalam harga aset.
Di kawasan Asia Pasifik, pergerakan pasar juga menunjukkan sikap optimistis namun terukur. Indeks Nikkei 225 melonjak 2,70% dan KOSPI menguat 1,82% pada perdagangan intraday Senin, 5 Januari 2026. Minimnya reaksi berlebihan dari pasar Asia mencerminkan persepsi bahwa risiko global masih terkendali.
Dengan kombinasi sentimen domestik yang positif dan stabilitas global, pergerakan IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dinamis, seiring pelaku pasar mencermati data ekonomi serta perkembangan lanjutan dari faktor eksternal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News