Ilustrasi dana asing dalam bentuk dolar AS - - Foto: MI/Rommy Pujianto.
Ilustrasi dana asing dalam bentuk dolar AS - - Foto: MI/Rommy Pujianto.

Mantap! Modal Asing Banjiri Pasar Keuangan RI hingga Rp7,74 Triliun

Husen Miftahudin • 12 Agustus 2022 21:00
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat dana-dana asing kembali masuk ke pasar keuangan domestik pada minggu kedua Agustus 2022. Berdasarkan data transaksi pada 8-11 Agustus 2022, dana dari investor asing (nonresiden) tersebut tercatat beli neto (inflow) sebanyak Rp7,74 triliun.
 
Mengalirnya dana asing ke pasar keuangan domestik tersebut utamanya berasal dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp4,29 triliun. Di pasar saham, dana-dana asing juga banjir sebanyak Rp3,44 triliun.
 
"Selama 2022, berdasarkan data setelmen sampai dengan 11 Agustus 2022, nonresiden jual neto Rp126,10 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp58,20 triliun di pasar saham," ungkap Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dikutip dari rilis Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah, Jumat, 12 Agustus 2022.
 
Adapun premi risiko atau Credit Default Swap (CDS) Indonesia lima tahun turun ke level 99,42 basis poin (bps) per 11 Agustus 2022 dari 113,25 bps per 5 Agustus 2022.
 
CDS merupakan indikator untuk mengetahui risiko berinvestasi di SBN. Semakin besar skor CDS, maka risiko berinvestasi di SBN juga semakin tinggi. Sebaliknya jika skor semakin kecil, maka risiko investasinya juga semakin rendah.
 
Baca juga: Tenang, Dana Asing yang Minggat dari RI Dampaknya Minim!

 
Banjirnya modal asing ke pasar keuangan domestik turut membuat pergerakan nilai tukar rupiah terus menggilas dolar Amerika Serikat (AS).
 
Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap USD berada di level Rp14.668 per USD. Mata uang Garuda tersebut menguat sebanyak 98 poin atau setara 0,66 persen dari posisi Rp14.766 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.
 
Data Yahoo Finance juga menunjukkan rupiah berada di zona hijau pada posisi Rp14.674 per USD. Rupiah bahkan terpantau hingga 121 poin atau setara 0,81 persen dari Rp14.795 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.
 
Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp14.688 per USD. Mata uang Garuda tersebut naik sebanyak 111 poin dari Rp14.799 per USD di perdagangan sebelumnya.
 
Terkait hal tersebut, Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait. "Dan terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut," papar Erwin.
 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif