Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan. Foto: dok BNC.
Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan. Foto: dok BNC.

Kuartal I, DPK Bank Neo Commerce Tumbuh 121,4%

Ekonomi Perbankan Emiten laporan keuangan layanan digital Bank Neo Commerce Dana Pihak Ketiga Keuangan Digital
Ade Hapsari Lestarini • 09 Mei 2022 16:04
Jakarta: Bank Neo Commerce (BNC) mencatat kinerja positif di awal 2022, dengan membukukan kenaikan Net Interest Income (NII) sekitar 214,3 persen dibandingkan periode yang sama 2021, yakni dari Rp63 miliar menjadi Rp198 miliar di kuartal I-2022. Kenaikan ini juga terlihat dari pendapatan di kuartal I-2022, yaitu sebesar Rp448 miliar atau naik sekitar 204,8 persen dari periode sebelumnya yang sebesar Rp147 miliar.
 
Bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yakni pada kuartal IV-2021 (qoq), Net Interest Income (NII) kuartal I-2022 mengalami kenaikan 167,1 persen dari Rp74 miliar menjadi Rp198 miliar. Sedangkan di sisi total pendapatan, juga naik 85,6 persen dari Rp241,4 miliar di kuartal IV-2021 menjadi Rp448 miliar di kuartal I-2022.
 
Kenaikan pendapatan di atas diikuti dengan penurunan beban operasional perseroan, sehingga pada kuartal I BNC mencatatkan kerugian bersih yang cenderung menurun. Masing-masing sebesar Rp163 miliar di Januari, turun menjadi Rp150 miliar di Februari, dan Rp100 miliar pada Maret 2022, sehingga total kerugian di kuartal I-2022 adalah sebesar Rp413 miliar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan mengatakan, melihat pertumbuhan kinerja BNC yang positif, fundamental perseroan yang semakin sehat dan juga strategic response yang tepat, diiringi manajemen risiko yang baik dalam menghadapi ketidakpastian kondisi perekonomian global, BNC optimistis kinerja di tahun ini dapat melampaui kinerja tahun sebelumnya, dan juga dapat menjaga sustainability kinerja ke depan.
 
"Kami akan memanfaatkan momentum pertumbuhan tahun lalu sebagai pelecut semangat kami di tahun berjalan ini untuk semakin baik dalam mengembangkan bisnis perseroan. Seiring dengan semakin baiknya efisiensi kinerja operasional perseroan, kami yakin BNC dapat terus mengoptimalkan kinerjanya di tahun ini," ungkap Tjandra, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 9 Mei 2022.
 
Adapun pertumbuhan kinerja positif dan optimal yang berkelanjutan ini seiring juga dengan pertumbuhan bisnis, antara lain kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang cukup tinggi, yaitu sekitar 121,4 persen yoy dari Rp4,2 triliun di kuartal I-2021 menjadi Rp9,3 triliun di kuartal I-2022 atau tumbuh 14,7 persen dari Rp8,1 triliun di kuartal IV-2021 menjadi Rp9,3 triliun di kuartal I-2022, yang paling banyak ditempatkan dari deposito online melalui aplikasi neobank.
 
Pertumbuhan juga terlihat pada total aset bank yang naik sebesar 119,3 persen yoy dari Rp5,7 triliun di kuartal I-2021 menjadi Rp12,5 triliun pada kuartal I-2022. Sedangkan bila dilihat pertumbuhan secara kuartal sebesar 10,5 persen dari Rp11,3 triliun di kuartal IV-2021 menjadi Rp12,5 triliun di kuartal I-2022.
 
Di sisi lain, dalam kurun waktu satu tahun sejak aplikasi neobank milik Bank Neo Commerce diluncurkan, BNC telah mendapatkan lebih dari 16 juta registered user dengan monthly active user tiga juta per bulan (MAU). Stabilnya jumlah MAU ini sejalan dengan terjadinya peningkatan volume transaksi yang signifikan sebesar 88 persen menjadi 76 juta transaksi dibandingkan kuartal sebelumnya.
 
Sementara dari sisi kredit, BNC juga telah menyalurkan kredit sebesar Rp4,8 triliun per akhir kuartal I-2022. BNC juga telah meluncurkan produk digital lending pada November 2021, yang sejak diluncurkan sampai dengan akhir kuartal I-2022 secara kumulatif pencairannya sudah melebihi Rp1,6 triliun. Sedangkan rasio NPL gross perseroan juga menunjukkan perbaikan dari kuartal I-2021 dari 4,4 persen menjadi 1,7 persen per posisi kuartal I-2022. Hal tersebut menunjukkan kepercayaan yang terus meningkat dari masyarakat terhadap produk dan layanan BNC.
 
Di 2022 ini BNC secara terus menerus berusaha memenuhi kebutuhan nasabahnya, antara lain di bidang investasi dengan memperkenalkan product wealth management, seperti reksa dana, saham, asuransi, emas, dan produk lainnya.
 
Melihat kilas balik pada kinerja 2021, BNC mencatatkan kerugian bersih Rp986 miliar yang merupakan bentuk investasi perseroan untuk memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat tentang bank digital, serta membangun fundamental bisnis perseroan melalui investasi teknologi, sumber daya manusia, dan keamanan digital di tahun pertamanya beroperasi di tengah-tengah masyarakat. BNC melihat 2021 sebagai tahun investasi yang menjadi pijakan awal untuk dapat melakukan akselerasi di tahun-tahun berikutnya.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif