Ilustrasi bank BCA - - Foto: MI/ Immanuel Antonius
Ilustrasi bank BCA - - Foto: MI/ Immanuel Antonius

BCA Cetak Laba Rp8,1 Triliun di Kuartal I-2022

Ekonomi Perbankan bca bank laporan keuangan Laba Perusahaan
annisa.aeq • 21 April 2022 17:01
Jakarta: PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat laba bersih sebesar Rp8,1 triliun pada kuartal I-2022, atau tumbuh 14,6 persen secara tahunan (yo).
 
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja mengatakan peningkatan laba bersih tersebut didukung oleh pertumbuhan bisnis, antara lain peningkatan aktivitas kredit, transaksi, dan CASA.
 
Total kredit BCA naik 8,6 persen yoy menjadi Rp637,1 triliun di Maret 2022. Kredit korporasi naik 9,2 persen yoy mencapai Rp286,9 triliun di Maret 2022, menjadi penopang utama pertumbuhan total kredit BCA.
 
Sementara itu, seiring dengan aktivitas bisnis yang membaik, kredit komersial dan UKM juga naik 8,2 persen yoy menjadi Rp188,8 triliun. Adapun, pertumbuhan kredit tertinggi dicatatkan oleh segmen KPR, yakni tumbuh 9,8 persen yoy menjadi Rp98,2 triliun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) mencetak rebound dengan naik 3,6 persen yoy menjadi Rp41,6 triliun, dan saldo outstanding kartu kredit tumbuh 4,9 persen yoy menjadi Rp12 triliun. Total portofolio kredit konsumer naik 7,6 persen YoY menjadi Rp154,8 triliun.
 
"Pelaksanaan Expoversary kali ini berkontribusi signifikan dalam mendorong kinerja portofolio KPR dan KKB di akhir Maret 2022. Sejak awal pandemi, KPR mencatatkan pertumbuhan tertinggi, sementara KKB tumbuh positif untuk pertama kalinya. Kami berharap jumlah aplikasi kredit akan terus bertambah hingga penutupan di akhir April," jelas Jahja dalam konferensi pers, Kamis, 21 April 2022.
 
Sementara itu di sisi pendanaan, ia menjelaskan, CASA tercatat naik 21,7 persen yoy mencapai Rp798,2 triliun, berkontribusi hingga 80 persen dari total dana pihak ketiga. Deposito juga tumbuh 3,1 persen yoy menjadi Rp199,6 triliun. 
 
Secara keseluruhan, total dana pihak ketiga naik 17,5 persen yoy menjadi Rp997,8 triliun, sehingga turut mendorong total aset BCA naik 15,5 persen yoy menjadi Rp1.259,4 triliun di akhir Maret 2022.
 
Menurutnya, pengembangan solusi digital secara konsisten pada platform perbankan transaksi, ditambah tingkat kepercayaan nasabah yang tinggi, menjadi modal utama untuk memperkokoh kontribusi CASA sebagai dana inti bank.
 
Disisi lain, ia juga memaparkan mengenai pertumbuhan kredit BCA yang diikuti oleh perbaikan kualitas pinjaman, sejalan dengan kredit yang direstrukturisasi berangsur kembali ke pembayaran normal.
 
Tercatat, Rasio loan at risk (LAR) turun ke 13,8 persen di triwulan I-2022, dibandingkan 19,4 persen di tahun sebelumnya. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan) terjaga sebesar 2,3 persen, didukung kebijakan relaksasi restrukturisasi.
 
Jahja menambahkan, solidnya pertumbuhan likuiditas dan kredit, BCA membukukan pertumbuhan positif pada pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) selama tiga bulan pertama 2022, yakni naik 2,5 persen yoy menjadi Rp14,5 triliun.
 
Pendapatan selain bunga tumbuh 19,5 persen yoy menjadi Rp5,9 triliun di periode yang sama, ditopang kenaikan pendapatan fee dan komisi sebesar 15,8 persen yoy sehingga secara total pendapatan operasional tercatat sebesar Rp20,4 triliun atau naik 6,9 persen yoy.
 
"Seiring dengan peningkatan kualitas aset, biaya provisi tercatat menurun 13,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Didukung oleh pencapaian-pencapaian yang positif tersebut, laba bersih tumbuh 14,6 persen yoy menjadi Rp8,1 triliun," pungkasnya.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif