Ilustrasi. FOTO: Media Indonesia
Ilustrasi. FOTO: Media Indonesia

Semester I-2020

Bank Permata Catat Pendapatan Operasional Rp1,7 Triliun

Ekonomi bank permata
Angga Bratadharma • 28 Agustus 2020 10:02
Jakarta: PT Bank Permata Tbk (PermataBank) mencatat pendapatan operasional sebelum pencadangan sebesar Rp1,7 triliun di semester I-2020 atau naik sebanyak 24,2 persen secara tahun ke tahun dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Kondisi itu utamanya dikontribusikan oleh pendapatan bunga bersih.
 
Adapun pertumbuhan pendapatan bunga bersih mencapai 12,1 persen secara tahun ke tahun  Hal ini sejalan dengan pencapaian rasio marjin bunga yakni Net Income Margin (NIM) menjadi 4,5 persen atau meningkat dari 4,2 persen di periode yang sama tahun lalu.  
 
Dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi yang terjadi akibat pandemi, Direktur Utama PermataBank Ridha DM Wirakusumah mengatakan, Bank Permata dapat menjaga laba operasional sebelum pencadangan tetap tumbuh 24,2 persen, mengendalikan kualitas aset dengan dukungan posisi likuiditas, dan menjaga permodalan yang kuat.
 
"Menutup tahun ini kami akan tetap memberikan penyaluran kredit yang dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan difokuskan pada nasabah yang sehat," kata Ridha, dikutip dari keterangan tertulisnya, Jumat, 28 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Manajemen Bank Permata mengeklaim terus mengupayakan disiplin dalam manajemen biaya operasional, sehingga rasio efisiensi menunjukkan perbaikan dengan rasio Cost to Income Ratio (CIR) tercatat sebesar 58,7 persen atau terus membaik dibandingkan dengan posisi tahun lalu sebesar 62,8 persen.
 
Dalam menghadapi dampak covid-19, PermataBank telah mengalokasikan biaya pencadangan penurunan kualitas aset sebesar Rp1,1 triliun dengan memperhitungkan potensi peningkatan kerugian kredit.
 
Sebagai akibat dari penurunan tarif Pajak Penghasilan Badan (PPh) dari 25 persen menjadi 22 persen yang berlaku efektif di Maret 2020, Bank juga mengakui tambahan beban pajak tangguhan yang berdampak pada penurunan laba setelah pajak.  
 
Selama kuartal II-2020, PermataBank melaksanakan program restrukturisasi dan relaksasi kredit bagi nasabah yang terdampak covid-19.  Sampai dengan akhir Juni 2020, sekitar 15 persen dari portofolio kredit yang diberikan mengajukan permohonan restrukturisasi dan relaksasi di mana sebagian besar telah diselesaikan.
 
Sedangkan rasio likuiditas Loan-to-Deposit Ratio (LDR) optimum mencapai sebesar 80,7 persen di Juni 2020 dan rasio CASA sebesar 52,1 persen. Pertumbuhan tabungan dan giro sebesar 11 persen yoy. Dari sisi permodalan, rasio Common Equity Tier 1 (CET-1) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) juga terjaga pada posisi Juni 2020 masing-masing 20,2 persen dan 21,3 persen.
 
Sementara Non Performing Loan (NPL) dapat dikelola dengan baik di level yang aman. Rasio NPL gross tercatat sedikit meningkat ke level 3,7 persen dibandingkan dengan Juni 2019 yang sebesar 3,6 persen dengan NPL net yang terjaga pada level 1,8 persen dibandingkan posisi Juni 2019 sebesar 1,3 persen.
 
"Dalam menjaga pertumbuhan kinerja, kami akan terus mengoptimalisasikan keunggulan performa unit bisnis PermataBank dan digitalisasi yang diterapkan dalam proses perbankan," pungkasnya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif