NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: Antara/Galih Pradipta.
Ilustrasi. Foto: Antara/Galih Pradipta.

Krisis Jadi Waktu Terbaik untuk Tanam Keuntungan

Ekonomi ihsg virus corona tips berinvestasi
Annisa ayu artanti • 18 Maret 2020 14:01
Jakarta: Ketika kondisi pasar global sedang penuh ketidakpastian dan bursa saham global menunjukkan tren pelemahan, dinilai sebagai waktu yang tepat untuk memperoleh keuntungan jangka panjang.
 
Hal tersebut dikatakan Kepala Makroekonomi dan Direktur Strategi Investasi PT Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat yang mengklaim telah melewati krisis serupa tahun-tahun sebelumnya.
 
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah memasuki kelebihan jual (oversold) seperti yang ditunjukkan oleh level IHSG yang anjlok lebih rendah dari proyeksi laba.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, dari data Bloomberg Fear and Greed Indicator untuk IHSG juga lebih rendah ketimbang yang terjadi di 2008. Hal yang sama terjadi pada indeks SPX yang bahkan lebih dalam ketimbang IHSG.
 
"Dengan berbagai matriks ini, saham boleh diyakini sudah murah. Ini dapat menjadi moment of truth bagi investor yang berani untuk mengambil posisi untuk keuntungan jangka panjang," ungkap Budi dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 18 Maret 2020.
 
Budi juga menuturkan, pada akhir pekan lalu pada 15 Maret 2020, bank sentral Amerika Serikat (The Fed) kembali memangkas suku bunga hingga mendekati nol persen dan menyuntikkan likuiditas atau operasi quantitative easing (QE) sebesar USD700 miliar.
 
Menurutnya, langkah pre-emptive The Fed ini sebagai upaya menghadapi risiko disrupsi ekonomi akibat pandemi virus korona (covid-19). Namun sayangnya, aksi The Fed masih membuat pasar bereaksi negatif.
 
Analis global menilai aksi The Fed tak cukup hanya dengan menurunkan suku bunga, tapi harus ada langkah nyata yang diambil pemerintah Amerika Serikat untuk meredam disrupsi ekonomi akibat pandemi ini.
 
Di samping itu, harga minyak dunia juga anjlok menjadi USD33,9 per barel selama pekan lalu, atau telah terpangkas 48,7 persen secara year to date (ytd). Hal ini dilatarbelakangi oleh tak tercapainya kesepakatan antara Rusia dengan Saudi Arabia mengenai usulan pemangkasan produksi. Risiko perang minyak ini berpotensi menimbulkan konflik geopolitik.
 
Sementara, di Indonesia, IHSG dan nilai tukar rupiah terus melemah. Kondisi tersebut dan berdasarkan pengalaman masa lalu mengajarkan bahwa krisis adalah waktu yang terbaik untuk menghasilkan uang. Jika seseorang memiliki uang menganggur dan memiliki keberanian untuk berinvestasi, menurut Budi saat ini adalah waktunya.
 
"Dengan pertimbangan mengambil risiko secara terukur. Jika benar, investor akan bahagia. Namun jika pun keliru, seorang bisa lebih bijaksana. Terutama bagi investor muda, belajarlah untuk berani. Tak ada yang bisa menggantikan pengalaman," jelas Budi.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif