Ilustrasi. Foto : MI/Adam Dwi.
Ilustrasi. Foto : MI/Adam Dwi.

Seberapa Efektif Buyback Saham?

Ekonomi ihsg Buyback
Annisa ayu artanti • 11 Maret 2020 12:45
Jakarta: Aksi buyback saham yang akan dilakukan oleh emiten di tengah tertekannya pasar global akibat meluasnya penyebaran virus korona akan menjadi angin segar bagi investor.
 
Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan demikian lantaran pengumuman buyback saham oleh emiten mampu mengurangi tekanan jual saham yang terjadi saat ini. Aksi buyback saham yang akan dilakukan emiten juga mampu memberi dorongan kepada investor untuk berbalik melakukan pembelian saham.
 
"Ini mendorong harga saham naik dan menjadi lebih stabil serta dapat menghilangkan kepanikan para pelaku pasar," kata Hans di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, ketika sebuah perusahaan melakukan buyback saham, sebenarnya perusahaan tersebut sedang memberikan sinyal kepada pemegang saham bahwa harga saham di pasar telah murah.
 
Perusahaan tahu persis apa isi perusahaan seperti bagaimana kinerja perusahaan dan bagaimana prospek perusahaan ke depan. Sehingga ini menjadi sinyal baik bagi pemegang saham.
 
"Hal inilah yang membuat banyak investor asing sangat menyukai perusahaan yang melakukan buyback saham," sebut dia.
 
Hans menilai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memahami kondisi pasar keuangan sehingga membuat surat edaran yang mengizinkan emiten atau perusahaan publik melakukan pembelian saham kembali tanpa RUPS.
 
Dengan aturan ini, perusahaan publik atau emiten menjadi lebih leluasa melakukan kebijakan buyback ketika merasa harga sahamnya terlalu murah.
 
Adapun, tujuan perusahaan melakukan buyback saham adalah untuk meningkatkan harga saham yang sudah terlalu murah (undervalue) dan dengan sendirinya meningkatkan nilai pemegang saham.
 
Buyback saham dapat meningkatkan demand saham dan ketika suplai tetap maka harga saham akan cenderung naik. Buyback saham juga mengurangi jumlah saham beredar sehingga penghasilan per lembar saham (earning per share/EPS) mengalami kenaikan.
 
"Kenaikan EPS juga mampu mendorong harga saham naik. Buyback saham juga mengurangi arus kas perusahaan sehingga mengurangi potensi masalah keagenan," tukas dia.
 

(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif