Ilustrasi. Foto: dok MI/Atet Dwi Pramadia.
Ilustrasi. Foto: dok MI/Atet Dwi Pramadia.

BI Ramal Inflasi di Akhir Tahun Ini Capai 5,6%

Despian Nurhidayat • 17 November 2022 18:31
Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memproyeksikan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada akhir 2022 akan mencapai 5,6 persen secara tahunan (yoy). Sementara itu, inflasi inti diperkirakan akan mencapai 3,5 persen
 
"Kami proyeksikan inflasi dan inflasi inti lebih rendah dari Consensus Forecast. IHK di akhir tahun sekitar 5,6 persen dibandingkan Consensus Forecast 5,9 persen. Inflasi inti memang cenderung naik dan di akhir tahun mencapai 3,5 persen. Ini masih akan meningkat karena ada lack effect bisa mencapai 3,7 persen sampai kuartal satu tahun depan," ungkapnya dalam Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur BI secara virtual, Kamis, 17 November 2022.
 
Perlu diketahui, inflasi IHK pada Oktober 2022 tercatat sebesar 5,71 persen (yoy), masih di atas sasaran 3,0 persen plus minus satu persen, meskipun lebih rendah dari prakiraan dan inflasi bulan sebelumnya sebesar 5,95 persen (yoy).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Inflasi kelompok volatile food turun menjadi 7,19 persen (yoy) dan perlu penguatan sinergi dan koordinasi kebijakan yang erat melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) untuk penurunan lebih lanjut," kata Perey.
 
Baca juga: Waduh! Stok Beras Pemerintah Tidak akan Capai Target hingga Akhir Tahun

 
Inflasi administered prices tercatat sebesar 13,28 persen (yoy) dan menurut Perry perlu penguatan koordinasi untuk memitigasi dampak lanjutan dari penyesuaian harga BBM dan tarif angkutan agar lebih rendah.
 
Sementara itu, inflasi inti tercatat sebesar 3,31 persen (yoy), lebih tinggi dari bulan sebelumnya sejalan dengan dampak rambatan dari penyesuaian harga BBM dan meningkatnya ekspektasi inflasi.
 
"Dengan perkembangan tersebut, Bank Indonesia akan memperkuat respons kebijakan moneter untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang saat ini masih tinggi dan memastikan inflasi inti ke depan kembali ke dalam sasaran 3,0 persen plus minus satu persen lebih awal yaitu ke paruh pertama 2023," pungkasnya.
 
*Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id*
 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif