Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia Nini Sumohandoyo. FOTO: Medcom.id
Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia Nini Sumohandoyo. FOTO: Medcom.id

Strategi Prudential Indonesia Garap Pasar Asuransi Syariah

Ekonomi asuransi syariah Prudential Indonesia
Angga Bratadharma • 11 Desember 2020 16:16
Jakarta: PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) memiliki tiga strategi guna memaksimalkan laju bisnis terutama untuk lini usaha syariahnya. Potensi industri asuransi syariah di Indonesia masih terbuka sangat lebar seiring dengan besarnya jumlah penduduk Muslim di Indonesia.
 
Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia Nini Sumohandoyo mengatakan Wakil Presiden Ma'ruf Amin pernah berkata bahwa penduduk Muslim di Indonesia adalah Muslim yang rasional. Artinya, mereka mau membeli produk asuransi syariah tapi juga mau mendapatkan manfaat yang sesuai dengan kebutuhan.
 
"Karena itu strategi pertama adalah inovasi produk dan layanan. Muslim rasional mau beli produk syariah tapi juga mau mendapatkan manfaat yang sesuai kebutuhan dan kompetitif dengan produk-produk lain di konvensional," kata Nini, dalam sebuah media briefing secara virtual, Jumat, 11 Desember 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karena itu, lanjut Nini, asuransi syariah harus mampu melahirkan banyak inovasi guna memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus tetap kompetitif. "(Strategi) kedua adalah kolaborasi. Kami akan berkolaborasi dengan banyak partner dari sisi produk, layanan, dan distribusi termasuk juga untuk literasi asuransi syariah," ungkap Nini.
 
Ketiga, optimalisasi digitalisasi. Penggunaan digital menjadi penting sekarang ini karena bisa mempermudah jangkauan. "Digitalisasi penting karena kami berusaha untuk menjangkau saudara-saudara kita yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia dengan lebih efisien dan efektif melalui digital," ucap Nini.
 
Strategi yang dikemukakan itu yang diharapkan Nini bisa mendukung pencapaian yang sudah ditargetkan Prudential Indonesia Syariah. "Jadi tiga hal ini yang sangat penting untuk kami dan Insya Allah akan kami lakukan agar aspirasi kami bisa tercapai di tahun-tahun ke depan," ucapnya.
 
Di sisi lain, menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Desember 2019, total aset keuangan syariah nasional mencapai Rp1.468,12 triliun dengan kontribusi total aset pasar modal syariah yang tertinggi dibandingkan dengan sektor perbankan syariah dan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) syariah, yakni sebesar Rp4.569,01 triliun.
 
Selain itu, berdasarkan data dari Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), total aset asuransi jiwa syariah tumbuh 8,74 persen menjadi Rp37,48 triliun pada 2019 dari Rp34,47 triliun pada 2018. Namun di tengah pertumbuhan positif tersebut, masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi.
 
Menurut Bank Indonesia, tantangan yang dihadapi lembaga keuangan syariah di Indonesia meliputi permodalan, pengembangan inovasi produk syariah, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), dan keterbatasan infrastruktur dalam pengembangan ekonomi syariah. Khusus pengembangan pasar modal syariah, salah satu tantangannya adalah masih rendahnya tingkat likuiditas produk.
 
Hal itu yang membuat Prudential Indonesia meluncurkan produk dana investasi terbaru yakni PRULink Syariah Rupiah Multi Asset Fund. Produk ini sekaligus memahami lebih lanjut potensi, perkembangan, dan tantangan keuangan syariah nasional saat ini dan di masa mendatang.
 
"Strategi Prudential Indonesia untuk unit usaha syariah nomor satu yang paling penting adalah literasi. Tanpa awareness rasanya susah untuk memasarkan produk-produk syariah. Lalu bagaimana kami melakukan kolaborasi atau berpartner dan terakhir adalah aksesibilitas lewat digital. Harus menghasilkan produk-produk yang inovatif," pungkas Nini.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif