Bank Bukopin. Foto: Dok.MI
Bank Bukopin. Foto: Dok.MI

Perusahaan Korsel di Indonesia Berpotensi Jadi Mitra Bukopin

Ekonomi kecelakaan korsel Bank Bukopin
Eko Nordiansyah • 05 November 2020 13:38
Jakarta: Perusahaan Korea Selatan yang berinvestasi di Indonesia berpotensi menjadi mitra dan nasabah PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) setelah KB Kookmin Bank menjadi pemegang saham pengendali. Apalagi sebagian besar perusahaan tersebut selama ini telah menjadi mitra strategis Kookmin di Korea Selatan.
 
Vice President Hyundai Motor Asia-Pacific Headquarter Lee Kang Hyun mengatakan masuknya Kookmin ke Bukopin memberikan optimisme yang tinggi bagi pelaku usaha Korea Selatan di Indonesia. Saat ini ada sekitar 2.000 perusahaan asal Korea Selatan, dan 190 perusahaannya merupakan nasabah Kookmin di Korea Selatan.
 
"Semua berpotensi menjadi nasabah Bank Bukopin ke depannya. Apalagi kekuatan Bukopin juga akan didukung sistem keuangan digital yang menjadi urat nadi perbankan di Korea Selatan," ujar Lee dalam keterangan resminya, Kamis, 5 November 2020.
   
Bergabungnya Kookmin diprediksi akan memberikan angin segar bagi Bukopin. Kookmin merupakan bagian dari KB Financial Group yang berbasis di Korea Selatan. Pada 2019, Kookmin melayani 31,5 juta nasabah dan mengembangkan aplikasi perbankan digital dan platform mobile Star Banking dengan basis nasabah hingga 15,5 juta pengguna.
 
Lee yang juga mantan petinggi Samsung di Indonesia menambahkan, masuknya Kookmin ke Indonesia melalui Bukopin memberikan harapan baru bagi pelaku usaha dan komunitas Korea Selatan. Hadirnya Kookmin juga diharapkan mampu mengokohkan langkah Bukopin dalam memperkuat pendanaan khususnya untuk UMKM demi mendorong perekonomian nasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Proses transformasi dan transparansi yang sedang dibangun Kookmin di Bukopin pun telah mendapatkan respons positif dari berbagai lembaga rating. Terbaru, Fitch Ratings menaikkan kembali peringkat nasional jangka panjang Bukopin menjadi idAAA.
 
Lee menyarankan Bukopin membuka lembaran baru sebagai bank berbasis digital dengan memanfaatkan teknologi keuangan yang berkembang pesat serta kecerdasan artifisial (artificial intelligence).
 
"Bukopin perlu mengambil langkah maju dengan menggabungkan pengetahuan metode manajemen risiko sistematik dan mengasah kemampuan digital untuk UMKM, ritel dan lain-lain dalam jangka panjang," ujarnya.
 
Direktur Utama Bukopin Rivan A. Purwantono menjelaskan masuknya Kookmin memberikan kesempatan luas kepada Bukopin untuk membidik ribuan perusahaan Korea Selatan yang beroperasi dan berinvestasi di Indonesia. Hal ini dinilai menjadi momentum tepat bagi perusahaan seiring transformasi yang sedang dilakukan dan upaya optimalisasi fokus bisnis di masa mendatang.
 
“Bukopin terus menyiapkan sejumlah strategi khususnya dalam membangun ekosistem dengan potensi pasar yang baru ini. Kami sudah melakukan sinergi dengan beberapa perusahaan dan supply chain perusahaan tersebut. Sampai dengan saat ini trennya positif,” ungkap Rivan.
 
Menurut dia, dengan berjalannya transformasi, Bukopin siap mengoptimalkan potensi nasabah ini sehingga mampu memberikan kontribusi bisnis dan mendorong kinerja perusahaan. Apalagi dengan resminya Kookmin sebagai pemegang saham pengendali akan menambah keberagaman segmen pasar baik dari perorangan maupun badan usaha serta memperkuat pengembangan sektor UMKM seiring dengan penguatan Bukopin di sektor digital.
 
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif