Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Dibuka Melemah, IHSG Berbalik Arah ke Zona Hijau

Ekonomi IHSG The Fed bursa saham asia Krisis Evergrande
Nia Deviyana • 24 September 2021 09:46
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini dibuka pada level 6.142,2. IHSG berada di zona merah sebelum akhirnya berbalik arah ke zona hijau dan menguat 7,9 poin atau 0,13 persen.
 
Mengutip RTI, Jumat, 24 September 2021, pada saat pembukaan perdagangan IHSG menyentuh level tertinggi di 6.150,8 dan level terendah di 6.141,8. Sebanyak 141 saham menguat, 43 saham melemah, dan 198 saham terpantau stagnan.
 
Adapun volume transaksi tercatat sebanyak 94,5 juta lembar saham senilai Rp127,5 miliar. Adapun IHSG mencatat ada 10,683 kali transaksi.
 
Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 terpantau berada di zona hijau dengan kenaikan 1,88 poin atau 0,22 persen ke level 867,3.
 
Samuel Sekuritas Indonesia (SSI) dalam riset hariannya yang dikutip Medcom.id memperkirakan IHSG akan kembali melanjutkan penguatan.
 
Penguatan tersebut dipicu oleh pergerakan bursa global dan regional yang positif, serta kenaikan beberapa harga komoditas yang menjadi perhatian untuk saham-saham berbasis komoditas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tercatat pada pagi pasar regional dibuka menguat, Nikkei menguat 1,65 persen dan Kospi menguat 0,45 persen.
 
Sedangkan, bursa saham Amerika Serikat semalam juga ditutup menguat. Dow Jones menguat 1,48 persen, S&P500 menguat 1,21 persen, dan Nasdaq  menguat 1,04 persen.
 
Penguatan bursa tersebut disebabkan oleh sikap investor yang sudah mengantisipasi keputusan The Fed dalam pengurangan pembelian obligasi akhir tahun ini, namun tetap mempertahankan suku bunga di level rendah, serta kekhawatiran kasus Evergrande yang mereda dengan menyelesaikan pembayaran obligasi lokal.
 
Sementara dari pasar komoditas, mayoritas komoditas mengalami penguatan. Harga minyak Brent ditutup pada level USD77,25 per barel atau menguat 1,4 persen, harga minyak WTI di level USD73,22 per barel atau melemah tipis 0,1 persen.
 
Lalu harga Newc coal di level USD189,3 per ton atau menguat 3,6 persen, harga CPO sebesar 4.452 ringgit Malaysia per ton atau menguat 2,8 persen, harga nikel sebesar USD19.425 per ton atau menguat 1,5 persen, dan harga timah sebesar USD35.550 per ton atau menguat 1,1 persen.
 
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif