PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menerbitkan instrumen obligasi dalam dolar AS atau Global Bond. Foto: MI/Ramdani
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menerbitkan instrumen obligasi dalam dolar AS atau Global Bond. Foto: MI/Ramdani

Terbitkan Obligasi, Bank Mandiri Peroleh Dana Segar Rp7,55 Triliun

Ekonomi bank mandiri obligasi virus corona
Suci Sedya Utami • 06 Mei 2020 11:34
Jakarta: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menerbitkan instrumen obligasi dalam dolar AS atau Global Bond pada Selasa, 5 Mei 2020. Besaran dana yang diperoleh dari penerbitan surat utang ini yaitu USD500 juta atau setara Rp7,55 triliun.
 
Dalam proses penawaran, obligasi tersebut ini mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) hampir lima kali. Dari nominal yang ditawarkan Bank Mandiri sebesar USD500 juta, total permintaan investor mencapai USD2,4 miliar.
 
Adapun investor yang membeli Global Bond Bank Mandiri ini dari Asia sebanyak 66 persen dan 34 persen dari Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Serikat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara kupon yang ditawarkan oleh Bank Mandiri sebesar 4,75 persen. Kupon yang ditawarkan ini lebih tinggi dari global bond yang ditawarkan pemerintah awal April 2020 yang menawarkan kupon 3,9 persen. Sedangkan jangka waktu kontrak surat utang ini hingga 2025 atau memiliki tenor selama lima tahun.
 
Sebelumnya, Bank Mandiri mendapat rating Baa2 Stable dari Moody's, BBB- Negative dari S&P dan BBB- Stable dari Fitch.
 
"Di tengah kondisi pasar global yang tidak pasti, banyaknya minat investor terhadap global bond yang diterbitkan BUMN ini menjadi bukti bahwa Indonesia menjadi salah satu tujuan investasi menarik di dunia," kata Menteri BUMN Erick Thohir dalam keterangan resmi, Rabu, 6 Mei 2020.
 
Oleh karena itu Erick mendorong BUMN lain untuk terus kreatif dalam mencari pendanaan yang tidak hanya mengandalkan kucuran dana dari perbankan. Ia bilang penerbitan obligasi dalam dolar AS ini juga patut ditiru.
 
Sebelumnya, PT Hutama Karya (Persero) juga sukses menerbitkan global bond sebesar USD600 juta dengan kupon yang ditawarkan sebesar 3,75 persen.
 
Dalam penawarannya, Hutama Karya mencatat kelebihan permintaan hingga enam kali dari nilai yang diterbitkan. Adapun Investor yang melakukan pembelian global bonds berasal dari Asia (42 persen), Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (30 persen), dan Amerika Serikat (28 persen).

 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif