OCTO Vending. FOTO: CIMB Niaga
OCTO Vending. FOTO: CIMB Niaga

Cara CIMB Niaga Dukung Pemerintah Terapkan Protokol Kesehatan

Ekonomi Virus Korona cimb niaga protokol kesehatan
Angga Bratadharma • 14 November 2020 15:05
Jakarta: Tersedianya produk pendukung kesehatan di tempat yang mudah dijangkau kini semakin penting seiring mulai berjalannya aktivitas sebagian masyarakat secara terbatas di ruang publik. Penggunaan produk pendukung kesehatan menjadi penting sekarang ini guna memutus mata rantai penyebaran covid-19.
 
Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan CIMB Niaga mendukung penerapan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, di antaranya dengan menyediakan OCTO Vending yang berisi sejumlah produk pendukung kesehatan. CIMB Niaga, klaimnya, menyadari kesehatan menjadi prioritas utama.
 
"Karena itu kami menyediakan produk-produk tersebut di OCTO Vending yang mudah dijangkau dari tempat aktivitas masyarakat. Kami berharap semua kalangan semakin patuh terhadap protokol kesehatan di tempat publik seperti memakai masker," kata Lani, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 14 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


OCTO Vending atau mesin penjual otomatis menyediakan masker, hand sanitizer, vitamin, hingga alat rapid test yang dapat dibeli dengan harga terjangkau. Dapat diaksesnya produk pendukung kesehatan di OCTO Vending diharapkan menjadi solusi untuk memenuhi salah satu kebutuhan utama di masa pandemi saat ini.
 
Sementara itu, Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) Wiku Adisasmito meminta masyarakat bersabar menanti kehadiran vaksin covid-19. Produksi vaksin tak boleh gegabah guna memastikan keamanan dan efektivitasnya.
 
"Waktu yang dihabiskan untuk uji klinis dan persetujuan semata-mata upaya memastikan keselamatan dan kesehatan masyarakat," kata Wiku.
 
Wiku mengatakan pengembangan vaksin covid-19 menjadi hal baru dan belum pernah diteliti sebelumnya. Proses pembuatan vaksin juga dipengaruhi sifat virus korona yang baru ditemukan dan butuh waktu untuk mempelajarinya.
 
"Kami ingatkan masyarakat untuk bersabar karena produksi vaksin membutuhkan waktu," ujar dia.
 
Dirinya menjelaskan tahapan pengembangan vaksin baru terdiri dari tahap eksplorasi, tahapan praklinis, dan pengembangan klinis. Kemudian dilanjutkan tahap tinjauan dan persetujuan regulasi, manufaktur, serta kontrol kualitas.
 
Tahap berikutnya ialah pemberian persetujuan penggunaan darurat (Emergency Use Authorization atau EUA) oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). EUA pun tak sembarangan bisa keluar. Tahap ini terbagi atas penyerahan dokumen registrasi, proses evaluasi mutu, evaluasi uji non klinis dan klinis, serta informasi produk, dan pengambilan keputusan.
 
"Prinsip utama pembuatan vaksin adalah memastikan pengadaan dan pelaksanaan vaksinasi aman dan efektif serta melalui kaidah ilmiah berdasarkan data sains dan standar kesehatan," pungkas Wiku.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif