Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO

Kuartal I, Home Credit Salurkan Pembiayaan Rp1,69 Triliun

Ekonomi multifinance industri keuangan non bank (iknb) Home Credit
Angga Bratadharma • 20 April 2022 07:08
Jakarta: Home Credit mencatat penyaluran pembiayaan mencapai sebesar Rp1,69 triliun di kuartal I-2022, di tengah pandemi covid-19 yang sampai saat ini belum kunjung usai. Pemulihan ekonomi mulai terlihat dari geliat aktivitas masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidup yang dipicu oleh menurunnya kasus covid-19.
 
"Penyaluran pembiayaan sebesar Rp1,69 triliun di kuartal I-2022 atau tumbuh 10 persen dibandingkan dengan Rp1,54 triliun pada kuartal I-2021," kata Direktur Utama Home Credit Animesh Narang, Selasa, 19 April 2022.
 
Ia menambahkan pencapaian tersebut diiringi komitmen untuk menyalurkan pembiayaan yang mudah, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan serta kapasitas pelanggan. "Tidak hanya kemudahan akses melalui aplikasi digital, namun tim kami yang tersebar selalu ada untuk memberikan panduan dan pelayanan terbaik," klaimnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun Home Credit mencatat penyaluran pembiayaan sebesar Rp6,5 triliun di sepanjang 2021 atau meningkat sebanyak lima persen dibandingkan dengan Rp6,2 triliun pada 2020. Selain itu, jumlah pelanggan hingga akhir Maret 2022 sudah mencapai 5,5 juta dengan pembiayaan paling besar disalurkan untuk pembiayaan mobile phone/smartphone.
 
"Dengan komposisi sebesar 63 persen dari total kontrak pembiayaan barang, sisanya diikuti oleh pembiayaan untuk berbagai komoditas lainnya seperti furnitur, televisi, fesyen, kulkas, aksesoris mobil dan sebagainya," tuturnya.
 
Di samping pembiayaan barang tersebut, Home Credit turut mendukung Usaha Kecil dan Menengah (UKM) melalui penyaluran pembiayaan modal kerja bagi para pelanggan existing yang nilainya mencapai Rp411 miliar sepanjang kuartal I-2022. "Atau meningkat hampir empat kali lipat dibandingkan dengan Rp88 miliar pada kuartal I-2021," ucapnya.
 
Sementara itu, memasuki Ramadan di tahun ketiga pandemi, tren konsumsi diperkirakan mengalami perbaikan dengan sebelumnya sempat mengalami kelesuan pada Ramadan 2020 dan 2021. Salah satu indikasinya optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi yang tetap terjaga yang ditunjukkan oleh Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 114,6 pada triwulan I-2022.

 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif