Bank Indonesia (BI) mendorong peran industri untuk membangun arah pengembangan open banking dalam kerangka sistem pembayaran di Indonesia. Foto: MI/Panca Syurkani
Bank Indonesia (BI) mendorong peran industri untuk membangun arah pengembangan open banking dalam kerangka sistem pembayaran di Indonesia. Foto: MI/Panca Syurkani

BI Minta Masukan Perbankan Susun Standar Open Banking

Ekonomi bank indonesia forum sistem pembayaran indonesia
Husen Miftahudin • 02 April 2020 11:28
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mendorong peran industri untuk membangun arah pengembangan open banking dalam kerangka sistem pembayaran di Indonesia, melalui keterlibatan penyusunan Standar Open Application Programming Interface (API) dan keterhubungan (interlink) antara bank dengan financial technology (fintech).
 
Keterlibatan tersebut diwujudkan dengan memberikan kesempatan kepada industri dan publik untuk memberikan masukan dan tanggapan atas Consultative Paper mengenai "Standar Open API dalam rangka Open Banking dan Interlink Bank dengan Fintech bagi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP)".
 
Dalam keterangan tertulisnya, BI menjelaskan Standar Open API memungkinkan perbankan dan fintech untuk membuka data dan informasi keuangan yang terkait dengan transaksi pembayaran dari nasabahnya secara resiprokal (prinsip kesetaraan). Hal ini kemudian didukung oleh kerja sama kontraktual penggunaan teknologi API secara terbuka (Open API).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Standar Open API ini merupakan perwujudan Visi 2 dan Visi 3 dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BPSPI) 2025, yakni untuk mendukung implementasi open banking di area transaksi pembayaran dalam rangka mendorong transformasi digital oleh perbankan maupun interlink antara bank dan fintech," ujar Bank Indonesia dikutip melalui laman resminya, Jakarta, Kamis, 2 April 2020.
 
Standar Open API tersebut bertujuan untuk mendorong efisiensi, keamanan, dan keandalan sistem pembayaran; meningkatkan inovasi dan kompetisi; mendorong inklusi keuangan termasuk pembiayaan kepada UMKM; mengurangi risiko shadow banking; serta memitigasi risiko dari penggunaan Open API.
 
Menurut bank sentral, Standar Open API akan diterapkan bertahap serta diprioritaskan bagi PJSP yang memenuhi kriteria dari sisi ukuran (size and scope) dan kompleksitas bisnis (complexity). Dengan penerapan secara bertahap, diharapkan industri memiliki ruang untuk melakukan persiapan yang dibutuhkan sejalan dengan rencana pemberlakuan Standar Open API oleh BI.
 
Adapun Consultative Paper mencakup informasi mengenai standar data untuk meningkatkan interoperabilitas dan efisiensi bagi penyelenggara Open API. Kemjudian standar teknis yang mencakup protokol komunikasi, tipe arsitektur, dan format data, guna menjamin keamanan, kerahasiaan data, integritas sistem, maupun kemudahan dalam implementasi atau adopsi.
 
Lalu standar keamanan untuk memastikan keamanan transaksi oleh konsumen, yang mencakup aspek otentifikasi, otoritasi, enkripsi serta ketersediaan layanan secara berkesinambungan. Terakhir mengenai standar tata kelola yang mencakup pengaturan mengenai standard governing body, standar kontrak, prinsip perlindungan konsumen, serta persyaratan minimum bagi pihak ketiga yang akan melakukan kerja sama dengan penyelenggara Open API.
 
Penyampaian masukan atau pandangan terhadap Consultative Paper Standar Open API dapat disampaikan melalui surel maupun surat dengan subyek: "Tanggapan Terhadap Consultative Paper Mengenai Standar Open Application Programming Interface (Open API) Dalam Rangka Open Banking dan Interlink Bank dengan Fintech bagi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran" paling lambat 30 April 2020.
 
"Untuk penyampaian email/surat masukan atau tanggapan/pertanyaan lebih lanjut dapat disampaikan ke PIC: Working Group Standar Open API (WG1_BSPI@bi.go.id). Penyampaian tanggapan kepada, e-mail: Working Group Standar Open API (WG1_BSPI@bi.go.id). Juga bisa melalui surat yang ditujukan ke Departemen Kebijakan Makroprudensial, Menara Syafruddin Prawiranegara, Lantai 4, Jl. MH Thamrin No. 2, Jakarta 10350," tutup rilis Bank Indonesia tersebut.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif