"Data di atas menunjukkan kemampuan manajemen ASJ dalam mengelola keuangan dan bisnis dengan baik," kata Direktur Utama Asuransi Simas Jiwa IJ Soegeng Wibowo dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Selasa, 25 Agustus 2020.
Soegeng melanjutkan, perusahaan juga mencatatkan pertumbuhan jumlah peserta (polis) sebesar 15 persen, dari 179,9 ribu orang menjadi 226,9 ribu orang pada enam bulan pertama 2020.
"Hal ini membuktikan kepercayaan nasabah untuk tetap memilih produk Asuransi Simas Jiwa sebagai salah satu solusi berinvestasi dalam kondisi pandemi saat ini," imbuh Soegeng.
Dari sisi tingkat solvabilitas, perhitungan risk based capital (RBC) sebesar 908 persen, jauh di atas batas minimal yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120 persen. Menurut Soegeng, kondisi ini mencerminkan bahwa ASJ merupakan perusahaan yang sehat.
ASJ juga telah menerbitkan produk baru yang bernama SiJi Corona Protection. Asuransi ini memberikan manfaat apabila tertanggung terdiagnosis penyakit covid-19 dan manfaat jika tertanggung meninggal dunia, baik karena penyakit yang diakibatkan oleh covid-19 maupun karena sebab lain.
"Produk ini memberikan proteksi terhadap covid-19, baik mulai terdiagnosis sampai dengan meninggal dunia. Tertanggung tidak perlu melakukan pemeriksaan medis untuk dapat diterima pertanggungannya," jelasnya.
Selain itu, proses pembelian dan klaim juga dapat dilakukan secara daring (online).
"Pada tahun 2019, ASJ mencatatkan raihan baik, laba mengalami kenaikan sebesar 18 persen dari Rp121,8 miliar menjadi Rp143,7 miliar," tutup Soegeng.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News