Bank Capital. Foto; Bank Capital.
Bank Capital. Foto; Bank Capital.

Tambah Modal, BACA Tembus Ketentuan Modal Bank Rp3 Triliun

Arif Wicaksono • 09 Desember 2022 18:17
Jakarta: PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) telah menyelesaikan penambahan modal sebanyak Rp1,3 triliun. Dengan selesainya penambahan modal ini, modal inti Bank Capital mencapai Rp3,2 triliun atau berada di atas ketentuan modal inti minimum yaitu sebesar Rp3 triliun, sebagaimana diatur pada Peraturan OJK No.12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum.
 
baca juga: OJK Terbitkan Ketentuan Batas Maksimum Pemberian Kredit BPR dan BPRS

Peraturan OJK (POJK) 12 tahun 2020 tentang konsolidasi bank umum, mewajibkan bank memenuhi ketentuan modal inti minimum secara bertahap, yakni Rp1 triliun di 2020, lalu naik Rp2 triliun di 2021, dan Rp3 triliun pada 2022.
 
“Dengan struktur permodalan yang semakin kuat, Bank Capital akan terus berinovasi untuk menjawab kebutuhan nasabah, berkembang secara prudent, dan senantiasa memberikan pelayanan terbaik demi menjaga kepercayaan dan kesetiaan seluruh nasabah kami,” tutur Direktur utama Bank Capital Wahyu Dwi Aji, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 9 Desember 2022.
 
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengatakan sebanyak 37 bank segera menyelesaikan ketentuan pemenuhan modal inti sebesar Rp3 triliun pada waktunya, yakni sebelum 1 Januari 2023.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dari 37 bank yang saya sampaikan, hampir seluruh bank sudah memenuhi ketentuan modal inti Rp3 triliun, hanya sebagian masih ada dalam proses listing atau rights issue di pasar modal," ungkap Dian.
 
Meski nantinya seluruh bank telah memenuhi ketentuan modal inti Rp3 triliun, proses konsolidasi perbankan tidak akan berhenti. OJK akan melihat dinamika pasar dan global untuk bisa merespons secara tepat struktur pasar dan perkembangan yang dibutuhkan.
 
Dian mengungkapkan pihaknya akan melakukan riset atau tes kebutuhan ekonomi mengenai seberapa besar jumlah bank yang dibutuhkan di Indonesia agar bisa bekerja lebih kompetitif dan efisien ke depan.
 
Langkah itu dilakukan karena OJK masih membutuhkan kesimpulan yang tepat mengenai berapa banyak Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang diperlukan untuk mendukung perekonomian yang sangat dinamis dan pertumbuhannya yang menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id.
 
(SAW)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif