Ilustrasi. Foto: dok MI/Pius Erlangga.
Ilustrasi. Foto: dok MI/Pius Erlangga.

Akhir Pekan, Rupiah Melempem Gara-gara Kenaikan Inflasi Global

Ekonomi IMF rupiah Kurs Rupiah Dolar AS Rusia-Ukraina Inflasi Global
Husen Miftahudin • 22 April 2022 17:28
Jakarta: Nilai tukar rupiah pada perdagangan akhir pekan ini terpaksa terlindas dolar Amerika Serikat (AS). Hal ini akibat kenaikan angka inflasi global, yang menjadi permasalahan serius ekonomi dunia.
 
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, kenaikan inflasi tak hanya terjadi di negara berkembang tetapi juga negara maju. Selain itu, inflasi juga kini menjadi masalah serius yang harus segera ditangani di negara maju.
 
"Peningkatan inflasi di berbagai belahan dunia merupakan dampak dari konflik Rusia dan Ukraina yang masih berlangsung," ujar Ibrahim dalam analisis hariannya, Jumat, 22 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dijelaskan lebih lanjut, ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina menyebabkan tingginya harga komoditas, terutama harga energi dan makanan yang berdampak langsung kepada seluruh negara.
 
"Selain inflasi, dampak konflik kedua negara adalah melalui jalur perdagangan. Ketegangan ini tentunya membuat masalah dalam rantai pasokan global serta membuat perlambatan pertumbuhan ekonomi global," tuturnya.
 
Dengan adanya konflik kedua negara ini, Dana Moneter Internasional (IMF) pun merevisi ke bawah proyeksi ekonomi global dari 4,4 persen menjadi 3,6 persen pada tahun ini.
 
Tak hanya di jalur perdagangan, konflik Rusia dan Ukraina pun memberi dampak kepada jalur keuangan dengan implikasi banyaknya bank sentral dunia yang merasa perlu menaikkan suku bunga untuk mengatasi inflasi dan pengetatan likuiditas global.
 
"Indonesia ikut terkena dampaknya dengan naiknya harga komoditas sehingga mengakibatkan inflasi yang tinggi dan ini akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di tahun 2022 yang kemungkinan juga akan menurun," papar Ibrahim.
 
Adapun mengutip data Bloomberg pada perdagangan akhir pekan ini, nilai tukar rupiah terhadap USD melempem ke level Rp14.361 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah 17,5 poin atau setara 0,12 persen dari posisi Rp14.344 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.
 
Data Yahoo Finance juga menunjukkan rupiah berada di zona merah pada posisi Rp14.358 per USD. Rupiah turun 13 poin atau setara 0,09 persen dari Rp14.345 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.
 
Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.361 per USD atau turun 13 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.348 per USD.
 
"Untuk perdagangan Senin depan, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.350 per USD hingga Rp14.380 per USD," pungkas Ibrahim.
(Husen Miftahudin)

 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif