Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Kuartal I-2022, Penghimpunan Dana Masyarakat di Perbankan Diperkirakan Melambat

Husen Miftahudin • 21 Januari 2022 15:47
Jakarta: Bank Indonesia (BI) dalam Survei Perbankan memperkirakan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada kuartal I-2022 tumbuh positif, meski tidak setinggi kuartal sebelumnya.
 
"Perlambatan ini sebagaimana terindikasi dari SBT (Saldo Bersih Tertimbang) pertumbuhan DPK sebesar 17,4 persen, lebih rendah dibandingkan 78,5 persen pada kuartal sebelumnya," ungkap hasil survei yang dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, Jumat, 21 Januari 2022.
 
Bank sentral memaparkan pertumbuhan DPK diperkirakan terjadi pada seluruh jenis instrumen, dengan SBT tertinggi pada instrumen tabungan sebesar 87,0 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kemudian diikuti oleh giro dan deposito masing-masing sebesar 18,8 persen dan 2,9 persen, meski ketiganya melambat dibandingkan periode sebelumnya," terang BI.
 
Sementara itu, BI juga memproyeksikan pertumbuhan kredit baru pada kuartal I-2022 tumbuh melambat dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal ini terindikasi dari SBT prakiraan permintaan kredit baru kuartal I-2022 sebesar 52,0 persen, lebih rendah dibandingkan 87,0 persen pada kuartal sebelumnya.
 
"Prioritas utama responden dalam penyaluran kredit baru kuartal I-2022 adalah kredit modal kerja, diikuti oleh kredit investasi, dan kredit konsumsi," ulas Bank Indonesia.
 
Pada jenis kredit konsumsi, penyaluran kredit pemilikan rumah/apartemen masih menjadi prioritas utama, diikuti oleh penyaluran kredit multiguna dan kredit kendaraan bermotor.
 
Berdasarkan sektor, penyaluran kredit baru pada kuartal I-2022 diprioritaskan pada sektor Perdagangan Besar dan Eceran, sektor Industri Pengolahan, dan sektor Perantara Keuangan.
 
Sejalan dengan prakiraan melambatnya pertumbuhan kredit baru, kebijakan penyaluran kredit pada kuartal I-2021 diprakirakan sedikit lebih ketat dibandingkan periode kuartal sebelumnya.
 
"Hal ini sebagaimana terindikasi dari Indeks Lending Standard (ILS) sebesar 3,4 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan 2,6 persen pada kuartal sebelumnya," jelas survei BI tersebut.
 
Adapun standar penyaluran kredit yang lebih ketat dibandingkan kuartal sebelumnya diprakirakan terjadi pada kredit konsumsi (selain KPR) dan kredit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
 
"Sementara itu, aspek kebijakan penyaluran kredit yang diprakirakan lebih ketat dibandingkan kuartal sebelumnya adalah suku bunga kredit," tutup bank sentral.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif