Ilustrasi. Foto: dok MI/Ramdani.
Ilustrasi. Foto: dok MI/Ramdani.

BNI dan KBRI Buka Sentra Distribusi di Jepang

Ekonomi bni Perbankan UMKM indonesia-jepang KBRI
Annisa ayu artanti • 01 Mei 2022 16:04
Jakarta: PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Jepang menyiapkan Sentra Distribusi. Sentra distribusi ini menggunakan strategi dropship yang dinilai efektif untuk UMKM dalam meningkatkan penjualannya.
 
"Di kantor BNI Tokyo kami memiliki ruang meeting yang bisa digunakan UMKM untuk business meeting. Kami punya produk display produk UMKM, virtual business matching yang bisa langsung dijual di Jepang," kata Direktur Treasury & Internasional BNI Henry Panjaitan, melalui siaran pers, Minggu, 1 Mei 2022.
 
Menurutnya, keberadaan BNI memberikan informasi tentang karakteristik pasar Jepang pada sentra UMKM Ekspor di Indonesia yang tersebar di tujuh kota dan melakukan promosi secara terpadu. BNI melalui BNI Xpora pun aktif membawa UMKM ke pameran bergengsi secara global untuk menampilkan produknya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Henry pun mengatakan sebagai perusahaan yang memiliki berbagai cabang di luar negeri, BNI memiliki visi untuk membawa Indonesia menuju dunia, termasuk Jepang. Adapun, Jepang memiliki standar yang sangat tinggi untuk sebuah produk, sehingga UMKM yang bisa menembus pasar ini pun harus memiliki kemampuan yang mumpuni.
 
"Karena kualifikasi suatu produk sangat tinggi, kunci sukses produk kualitas, layanan dan after sales service. Di sinilah peran kami untuk melakukan pendampingan agar bisa menembus pasar Jepang," ucapnya.

Perhiasan dan mutiara

Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi menyebutkan, Jepang menjadi salah satu negara menarik bagi UMKM asal Indonesia untuk memasarkan produknya, mulai dari sektor otomotif, fesyen, pangan, dan perhiasan memiliki potensi besar untuk menembus pasar Negeri Sakura tersebut.
 
"Kalau di Jepang, usaha mikro memang agak susah. Tetapi yang menengah banyak dan punya kesempatan berkembang. Salah satu produk UMKM yang sudah berhasil yakni ekspor batik, yang meningkat 300 persen, kemudian perhiasan dan mutiara angkanya melewati USD45 juta," tutur Heri.
 
Heri mengungkapkan, diaspora Indonesia yang tersebar di seluruh penjuru dunia bisa menjadi penghubung serta pintu gerbang UMKM lokal untuk menembus pasar ekspor, termasuk Jepang. Saat ini jumlah diaspora di Jepang mencapai lebih 70 ribu diaspora Indonesia di Jepang, dan hingga akhir tahun diprediksi mencapai 80 ribu diaspora.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif