Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI
Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI

OJK: Digitalisasi Sektor Keuangan Jadi keniscayaan saat New Normal

Ekonomi OJK Perbankan Virus Korona New Normal new normal atau kenormalan baru
Antara • 14 Oktober 2020 08:15
Jakarta: Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I OJK Teguh Supangkat menilai saat ini digitalisasi pada sektor keuangan, khususnya perbankan, bukan lagi menjadi pilihan namun telah menjadi keniscayaan. Hal itu penting dalam menghadapi era kenormalan baru atau new normal.
 
"Setiap bank perlu mengantisipasi akselerasi perubahan perilaku dan kebutuhan nasabah. Dengan kondisi pandemi covid-19 yang belum dipastikan kapan berakhirnya, masyarakat nasabah akan lebih sadar, kritis, dan menuntut layanan keuangan yang lebih cepat, praktis, namun tetap aman," ujar Teguh, dikutip dari Antara, Rabu, 14 Oktober 2020.
 
Teguh menuturkan adanya pandemi covid-19 yang terjadi hampir di seluruh dunia, termasuk Indonesia, telah mendorong masyarakat untuk melakukan aktivitasnya dengan menggunakan teknologi digital. Mulai dari pemenuhan kebutuhan sehari-sehari, alat komunikasi, sistem pembayaran, sarana pendukung belajar, sampai dengan bekerja dilakukan dengan teknologi,

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Baik dari sisi pelaku usaha maupun konsumen, timbul ketergantungan dengan menggunakan platform digital. Ketergantungan ini menyebabkan terjadinya perubahan layanan dari berbasis konvensional menjadi digital," kata Teguh.
 
Hal tersebut, lanjutnya, mendorong pelaku di sektor jasa keuangan untuk beradaptasi dalam rangka mempertahankan eksistensinya serta untuk mendukung kebutuhan nasabah akan sistem layanan digital yang efisien, aman, cepat, serta mengedepankan keselamatan diri di tengah situasi saat ini
 
Dengan melihat peluang dari adanya perubahan gaya hidup, Teguh menuturkan, intensitas ketergantungan masyarakat akan teknologi yang semakin tinggi serta inovasi teknologi informasi, mendorong banyak sektor ekonomi berlomba-lomba untuk memanfaatkan teknologi informasi.
 
"Industri yang secara masif merespons perubahan tersebut di antaranya industri jasa keuangan. Sektor ini banyak menghasilkan terobosan baru antara lain produk dan layanan perbankan fintech peer to peer lending, dan fintech penyelenggara uang, dan juga dompet elektronik, dan juga terkait dari sisi layanan sistem pembayaran," ujarnya.
 
Ia menambahkan pandemi covid-19 ini juga telah mendorong pemanfaatan kanal-kanal digital bagi masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan melalui bank. Sejak terjadinya covid-19 pada Maret 2020, frekuensi transaksi bank melalui kanal mobile banking maupun internet banking mengalami peningkatan yang pesat.
 
Pada Maret 2020, terdapat peningkatan transaksi mobile banking 67,2 persen secara tahunan (yoy) atau 15 persen dari bulan sebelumnya (mom) menjadi 267 juta transaksi. Sedangkan transaksi internet banking juga mengalami peningkatan sebesar 48,4 persen (yoy) atau 11,9 persen (mom) menjadi 121 juta transaksi.
 
Pada Agustus, transaksi mobile banking meningkat 54,3 persen (yoy) atau 5,7 persen (mom) menjadi 302,6 juta transaksi dan transaksi internet banking naik 49,3 persen (yoy) atau empat persen (mom) menjadi 135 juta transaksi
 
"Hal ini menandakan bahwa transformasi perbankan dari konvensional menjadi digital semakin pesat pascapandemi juga didorong oleh munculnya teknologi terkini yang mulai diadopsi oleh industri jasa keuangan salah satunya teknologi Artificial Intelligence," pungkas Teguh.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif