Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo. Foto: dok BTN.
Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo. Foto: dok BTN.

BTN Cetak Dana Pihak Ketiga Rp307,3 Triliun di Semester I

Rizkie Fauzian • 15 September 2022 13:00
Jakarta: PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatat perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada semester I-2022 sebesar Rp307,309 triliun. Angka ini naik 2,99 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp298,378 triliun.
 
Dari jumlah tersebut, perolehan dana murah atau CASA mencapai Rp137,453 triliun naik sebesar 22,95 persen dibandingkan akhir Juni 2021 sebesar Rp111,798 triliun.
 
"Kenaikan CASA yang cukup tinggi tersebut membuat kontribusi dana murah mengalami kenaikan menjadi 44,73 persen dari total DPK BTN pada semester I-2022," jelas Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo dalam paparan publik, Kamis, 15 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Haru menegaskan, kenaikan dana murah BTN berhasil menekan biaya dana atau cost of fund pada semester I-2022 menjadi 2,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 3,45 persen.
 
Fokus BTN dalam menggenjot perolehan dana murah dan memangkas dana mahal telah membuat total deposito perseroan mengalami penurunan 8,96 persen menjadi Rp169,86 triliun pada semester I-2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp186,58 triliun.

Unit usaha syariah BTN

Sejalan dengan pertumbuhan bisnis konvensional, laba bersih Unit Usaha Syariah (UUS) BTN (BTN Syariah) juga tumbuh positif pada semester I-2022. Laba bersih UUS BTN tersebut tercatat melonjak 118,06 persen dari Rp87,54 miliar pada semester I-2021 menjadi Rp190,9 miliar pada periode yang sama tahun ini.
 
Capaian positif BTN Syariah tersebut didukung pertumbuhan bisnis yang stabil. Pada semester I-2022, pembiayaan syariah tercatat tumbuh 8,86 persen menjadi Rp29,24 triliun dibandingkan akhir semester I-2021 sebesar Rp26,86 triliun.
 
Sementara total DPK yang berhasil dihimpun BTN Syariah mencapai Rp30,49 triliun tumbuh 13,37 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp26,89 triliun. Dengan capaian tersebut, aset BTN Syariah berhasil tumbuh 13,78 persen menjadi Rp40,35 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp35,46 triliun.
 
Baca juga: Rights Issue BTN Rp4,13 Triliun Disetujui, Termasuk PMN Rp2,48 Triliun

Laba bersih melonjak 59,87%

Selain itu, perseroan membukukan laba bersih sepanjang semester I-2022 senilai Rp1,471 trililun. Perolehan tersebut melonjak 59,87 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp920 miliar.
 
"Kami optimistis hingga akhir tahun ini, kinerja BTN akan semakin baik dengan berbagai strategi bisnis yang dijalankan," ujar Haru Koesmahargyo.
 
Menurut Haru, kenaikan laba bersih perseroan ditopang oleh keberhasilan BTN menjalankan inisiatif strategis di semester I antara lain peningkatan penyaluran kredit, biaya dana (cost of fund) yang berhasil ditekan seiring dengan peningkatan penghimpunan dana murah ditambah juga dan perbaikan rasio kredit bermasalah (non performing loan) yang terus menurun pada semester I-2022.
 
Haru menjelaskan, sepanjang periode Januari-Juni 2022, BTN berhasil menyalurkan kredit mencapai Rp286,152 triliun meningkat 7,61 persen dari posisi yang sama tahun lalu senilai Rp265,907 triliun. Penyaluran kredit perumahan masih mendominasi total kredit perseroan pada semester I-2022.
 
Adapun kredit perumahan yang disalurkan BTN hingga akhir Juni 2022 mencapai Rp251,914 triliun. Dari jumlah tersebut KPR subsidi pada semester I-2022 masih mendominasi dengan nilai sebesar Rp137,255 triliun tumbuh 8,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp126,297 triliun.
 
Sedangkan KPR nonsubsidi tumbuh 5,84 persen menjadi Rp85,305 triliun pada semester I-2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp80,598 triliun.
 
"Kami memacu kredit dengan sangat memperhatikan prinsip kehati hatian. Maka itu, rasio kredit bermasalah (non performing loan) kami terus membaik," ujar dia.
 
Sementara itu, NPL Gross pada semester I-2022 ini berada pada level 3,54 persen, lebih rendah dari sebelumnya di level 4,10 persen. Sedangkan NPL Nett sebesar 1,04 persen, turun dari posisi 1,87 persen.
 
Kenaikan kredit berdampak pada pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) yang tumbuh 35,97 persen pada semester I-2022 menjadi Rp7,737 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp5,690 triliun.
 
Lonjakan NII tersebut membuat rasio net interest margin (NIM) BTN juga mengalami kenaikan dari 3,41 persen pada akhir Juni 2021 menjadi 4,58 persen di semester I-2022.
 
(AHL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif