Ilustrasi. FOTO: MI/Andri Widiyanto
Ilustrasi. FOTO: MI/Andri Widiyanto

IHSG Diperkirakan Tak Bertenaga Hari Ini

Angga Bratadharma • 01 September 2022 08:32
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak melemah pada hari ini. Para investor harus berhati-hati dan bijak dalam berinvestasi di pasar saham agar memaksimalkan keuntungan dan di sisi lain bisa menekan sedemikian rupa risiko kerugian.
 
Sementara itu, terjadi penambahan 4.563 kasus baru covid-19 kemarin dengan positivity rate sebesar 10.8 persen (recovery rate: 96,7 persen, kasus aktif: 45.208). Pagi ini pasar regional dibuka melemah dengan Kospi turun 1,2 persen dan Nikkei minus 1,0 persen.
 
"Dengan sentimen dari bursa global dan regional, hari ini IHSG kami perkirakan akan bergerak melemah," kata Samuel Research Team, dalam riset hariannya, Kamis, 1 September 2022.

Di sisi lain, tiga indeks utama Wall Street bergerak turun pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB), mencatat penurunan empat hari berturut-turut. Sejauh ini, Pemerintah Amerika Serikat dan The Fed terus memerangi lonjakan inflasi karena bisa memengaruhi perekonomian.
Baca: Menkeu: Kebijakan Negara Maju Lawan Inflasi Korbankan Ekonomi Mereka

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 280,44 poin atau 0,88 persen menjadi 31.510,43. Sedangkan S&P 500 turun 31,16 poin atau 0,78 persen menjadi 3.955,00. Indeks Komposit Nasdaq turun 66,94 poin atau 0,56 persen menjadi 11.816,20.
 
Sebanyak 10 dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir merah, dengan bahan dan konsumen masing-masing turun 1,21 persen dan 1,05 persen, memimpin penurunan. Kelompok layanan komunikasi secara kasar ditutup datar. Pelemahan pasar baru-baru ini datang karena investor menimbang laju inflasi, suku bunga, dan ekonomi.
 
Pejabat Federal Reserve AS terus menegaskan kembali komitmen mereka terhadap pengetatan kebijakan, bahkan jika itu akan merusak ekonomi.
 
"Setelah pidato Jackson Hole dari Ketua Fed Jerome Powell minggu lalu, di mana dia berkomitmen untuk secara paksa bekerja untuk memerangi inflasi, dan mengakui itu kemungkinan akan membawa rasa sakit bagi rumah tangga dan bisnis," kata Wakil Presiden Eksekutif Zacks Investment Research Kevin Matras.
 
"Pasar bertanya-tanya seberapa tinggi suku bunga akan diperlukan untuk menurunkan inflasi," tambahnya.
 
Pedagang juga menunggu data pekerjaan bulanan AS yang dijadwalkan untuk dirilis pada Jumat waktu setempat. Untuk Agustus, indeks Dow ditutup turun hampir 4,1 persen, sedangkan S&P dan Nasdaq masing-masing turun 4,2 persen dan 4,6 persen.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan