Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo - - Foto: Medcom/ Desi Angriani
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo - - Foto: Medcom/ Desi Angriani

Penyaluran Kredit Membaik Imbas Penempatan Dana Pemerintah

Ekonomi Perbankan Kredit Himbara
Husen Miftahudin • 28 Juli 2020 13:36
Jakarta: Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo menyebut penyaluran kredit pembiayaan kembali bergairah pascapenempatan dana pemerintah di Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara).

Empat bank pelat merah tersebut mendapatkan dana dari pemerintah sebanyak Rp30 triliun dan ditugasi untuk diekspansi (leverage) menjadi Rp90 triliun dalam tiga bulan.
 
"Kalau kita lihat penempatan dana pemerintah sejumlah Rp30 triliun, terasa sekali bahwa di Juli ini rupanya minat penarikan kredit baru mulai membaik. Ini dibuktikan dalam beberapa minggu setelah program PMK 70 dengan penempatan dana Rp30 triliun yang dilakukan di 25 Juni," ujar Kartika dalam acara Kajian Tengah Tahun Institute For Development of Economics and Finance (Indef), Selasa, 28 Juli 2020.
 
Tiko, sapaan akrabnya, berharap target ekspansi kredit yang dilakukan keempat bank Himbara tersebut tercapai. Sehingga diharapkan pemerintah kembali mengucurkan dananya ke industri perbankan domestik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau nanti skala leverage tiga kali yang diminta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yaitu Rp90 triliun itu tercapai, kita tentunya berharap akan ada tambahan penempatan dana lagi sehingga kita juga bisa punya peluru untuk bisa semakin agresif menyalurkan kredit baru dengan skema ini," ungkapnya.
 
Dengan demikian, langkah ini bisa membantu pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi nasional di kuartal III-2020. Sebab, penempatan dana pemerintah ini membantu memberi suntikan modal kepada para pelaku usaha.
 
"Sehingga pada saat para pelaku usaha ingin memulai lagi usahanya pascapelonggaran PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), mereka ada akses melalui pemberian modal kerja baru, dan nantinya bisa meningkatkan aktivitas usahanya dan meningkatkan daya beli masyarakat secara umum," ungkap Tiko.
 
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa pemerintah menempatkan dana sebesar Rp30 triliun di Himbara. Kebijakan ini sebagai pelengkap dari Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2020 serta Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2020.
 
Pemerintah menempatkan dananya di BRI dan Bank Mandiri masing-masing sebanyak Rp10 triliun. Sementara penempatan dana pemerintah di BNI dan BTN masing-masing sebesar Rp5 triliun.
 
Terkait kredit, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengakui pertumbuhan kredit hingga Mei 2020 terus mengalami penurunan bila dibandingkan posisi akhir 2019. Pada Mei 2020 pertumbuhan kredit hanya 3,04 persen, melambat ketimbang posisi Desember 2019 yang tumbuh sebesar 6,08 persen.
 
OJK melaporkan kredit perbankan pada Mei 2020 dikucurkan sebanyak Rp5.583,25 triliun atau tumbuh 3,04 persen (yoy). Pertumbuhan ini melambat jika dibandingkan posisi pada akhir April dan Maret 2020.
 
Di April 2020, kredit perbankan dikucurkan sebanyak Rp5.609,98 triliun atau tumbuh sebesar 5,73 persen (yoy). Sedangkan pada Maret 2020 kredit yang digelontorkan sebanyak Rp5.712,04 triliun atau tumbuh 7,95 persen (yoy).

 

(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif