Ilustrasi. FOTO: The Cheaper Insurance
Ilustrasi. FOTO: The Cheaper Insurance

Industri Asuransi Harus Ambil Peluang saat PSBB Jilid II

Ekonomi Virus Korona asuransi jiwa asuransi umum PSBB
Angga Bratadharma • 24 September 2020 16:59
Jakarta: Industri asuransi jiwa di Indonesia perlu mengambil peluang di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jilid II. Pasalnya, industri asuransi merupakan salah satu dari 11 sektor yang dikecualikan yang artinya bisa beroperasi seperti biasa tapi dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.
 
Pengamat asuransi Irvan Rahardjo mengatakan industri asuransi harus memaksimalkan peluang dari pengecualian yang diberikan terkait penerapan PSBB Jilid II. Meski tidak ditampik untuk tumbuh maksimal akan sulit mengingat pandemi covid-19 tidak hanya menyerang kesehatan, namun juga menekan aktivitas perekonomian.
 
"Pengecualian ini suatu anugerah bagi industri asuransi karena dengan demikian asuransi punya kemewahan untuk beroperasi saat PSBB (Jilid II) berlangsung kedua kalinya. Tapi tentu juga tidak lepas dari tekanan-tekanan yang sudah berlangsung sejak sekian bulan (akibat covid-19)," kata Irvan, dalam konferensi pers virtual, Kamis, 24 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski terdapat tantangan, Irvan berpendapat, perusahaan asuransi bisa menyiasatinya dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi atau digitalisasi dalam menjalankan bisnisnya. Penggunaan teknologi dalam bisnis bukan tidak mungkin memperluas jangkauan bisnis, meningkatkan pelayanan, dan memaksimalkan penjualan.
 
"Kita bisa berinovasi dengan cara-cara digital yang selama ini hanya kita wacanakan namun sekarang ini menjadi suatu keniscayaan yang harus kita jalankan (termasuk di industri asuransi di Indonesia)," tuturnya, dalam Teropong Insurance Award (TIA) 2020.
 
Lebih lanjut, dirinya mengapresiasi langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang sudah mengeluarkan sejumlah kebijakan bagi industri jasa keuangan di Indonesia dalam rangka memitigasi covid-19. Setidaknya Irvan mencatat ada 11 POJK yang dikeluarkan agar industri jasa keuangan tidak tertekan terlalu dalam.
 
Namun demikian, Irvan mengingatkan, pandemi covid-19 ini perlu menjadi perhatian serius karena berpeluang menciptakan sengketa polis. Hal itu lantaran banyak pihak kesulitan keuangan, baik mendera pemegang polis maupun perusahaan asuransi. Kondisi tersebut diprediksi Irvan akan terjadi sesudah pandemi selesai.
 
"Memicu adanya persengketaan dengan berbagai macam dalil yang dilakukan pihak-pihak tertentu dalam polis asuransi karena kesulitan keuangan. Sengketa itu dari sudut kesulitan keuangan. Juga akan dialami perusahaan asuransi yang belum terasa sekarang, tapi tahun depan kita akan melihat ledakan sangat dahsyat," tuturnya.
 
Adapun sengketa yang dimaksudkan Irvan yakni apakah covid-19 terjadi sebelum pernyataan resmi WHO atau sesudah pernyataan resmi WHO. Ataukah covid-19 dari Kota Wuhan, Tiongkok, atau lain sebagainya. Sengketa lainnya yakni apakah ada perbedaan antara PSBB di pemerintah pusat atau di pemerintah daerah.
 
"Akan terlihat persengketaan yang luar biasa dan kita akan melihat nanti dalil-dalil yang akan digunakan oleh para pihak itu akan sangat dahsyat. Ada yang menggunakan apakah covid itu sebelum atau sesudah Wuhan. Sebelum atau sesudah pernyataan WHO. PSBB juga berubah-ubah, ini sumber sengketa yang akan sangat dahsyat ke depan," ucapnya.
 
Berangkat dari persoalan itu, masih kata Irvan, perusahaan asuransi diyakini akan melakukan aksi akuisisi dan merger. Langkah itu diambil guna menyelesaikan persoalan keuangan. Menurutnya dampak besar dari pandemi covid-19 di tahun ini akan sangat terasa bagi perusahaan asuransi di tahun depan.
 
"Merger dan akuisisi akan menjadi kemungkinan yang sangat besar terjadi karena tekanan keuangan sangat dirasakan oleh hampir semua sektor ekonomi, terutama perusahaan asuransi. Di saat itu tekanan modal akan dirasakan dan kebutuhan untuk mengundang investor baik dalam negeri maupun luar negeri akan terasa," pungkasnya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif