Ilustrasi. Foto: AFP./Bay Ismoyo
Ilustrasi. Foto: AFP./Bay Ismoyo

IHSG Hari Ini Dibuka Turun, Investor Cermati Suahasil dan The Fed

Annisa ayu artanti • 16 September 2026 09:57
Ringkasnya gini..
  • IHSG dibuka turun 0,11 persen ke 6.453,91 setelah sehari sebelumnya anjlok 1,13 persen.
  • Pasar mencermati kebijakan Suahasil Nazara, keputusan The Fed, harga minyak, rupiah, dan yield obligasi AS.
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka di zona merah pada perdagangan Rabu, 16 September 2026. Tekanan terjadi setelah indeks pada perdagangan sebelumnya anjlok lebih dari 1 persen.

Mengutip data perdagangan pagi ini, IHSG dibuka turun 7,24 poin atau 0,11 persen ke level 6.453,91. Sementara itu, indeks LQ45 ikut melemah 1,13 poin atau 0,17 persen menjadi 649,63.

Pergerakan pasar hari ini masih dibayangi tekanan yang terjadi pada perdagangan Selasa, 15 September 2026. IHSG ditutup turun 1,13 persen ke 6.461,15, setelah sempat naik ke 6.549,60 sebelum berbalik arah dan menyentuh 6.461,01.

Sektor Energi dan Keuangan Jadi Beban IHSG

Tekanan terbesar pada perdagangan sebelumnya datang dari sektor energi dan keuangan. Sektor energi terkoreksi 2,44 persen, sedangkan sektor keuangan turun 1,56 persen. Pelemahan tersebut terjadi di tengah kenaikan harga minyak dunia yang kembali menembus level USD100 per barel.
 
Harga minyak WTI berada di sekitar USD102,65 per barel, sementara Brent mencapai USD106,93 per barel.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah kembali melemah hingga sekitar Rp17.694 per USD. Tekanan terhadap aset pasar berkembang juga meningkat setelah imbal hasil US Treasury 10 tahun (UST 10Y) naik mendekati 5 persen.

Kombinasi kenaikan harga minyak, pelemahan rupiah, dan tingginya yield obligasi AS menjadi sentimen yang perlu dicermati investor dalam perdagangan saham.

Pasar Tunggu Kebijakan Awal Suahasil Nazara

Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan dalam riset harian mereka, sentimen selanjutnya akan tertuju pada kebijakan awal Menteri Keuangan Suahasil Nazara, terutama langkah untuk menjaga kredibilitas fiskal dan stabilitas APBN. 

Dari global, fokus utama berada pada FOMC 15-16 September waktu AS (16-17 September WIB), dengan probabilitas kenaikan 25 bps mencapai 92,4 persen. 

"Perhatian pasar selanjutnya akan bergeser ke guidance The Fed, terutama potensi higher-for-longer di tengah harga minyak yang masih di atas USD100 per barel dan yield UST 10Y sekitar 5 persen," katanya.

Secara teknikal, IHSG telah breakdown MA20 di 6.548 dan keluar dari rising wedge, dengan MACD bearish crossover yang mengindikasikan momentum masih melemah. 

"IHSG berpotensi melanjutkan pengujian support 6.390, dengan 6.220 sebagai support berikutnya. Sementara itu, rebound perlu melewati 6.585 terlebih dahulu untuk membuka peluang kembali menguji 6.705," tuturnya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan