IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka naik 10,08 poin atau 0,15 persen ke level 6.544,77. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 turut menguat 1,20 poin atau 0,18 persen ke posisi 660,23.
Pergerakan tersebut menjadi perhatian investor setelah IHSG pada perdagangan sebelumnya sempat mengalami tekanan cukup dalam sebelum berbalik arah menjelang penutupan.
IHSG Sempat Anjlok 2,6%
Pada perdagangan Senin, IHSG ditutup melemah tipis 0,10 persen ke level 6.534,69. Namun, perjalanan indeks sepanjang perdagangan cukup bergejolak. IHSG sempat merosot hingga level 6.371,40 atau terkoreksi sekitar 2,6 persen sebelum akhirnya mengalami rebound menjelang penutupan.Pemulihan tersebut terjadi seiring respons positif pasar terhadap pergantian Menteri Keuangan menjadi Suahasil Nazara.
Meski demikian, investor asing masih mencatatkan net sell sekitar Rp330 miliar di pasar reguler. Penguatan IHSG menjelang penutupan terutama ditopang sektor keuangan yang naik 0,55 persen. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi salah satu penopang dengan kenaikan 2,77 persen.
Investor Menunggu Kebijakan Menteri Keuangan Baru
Setelah merespons positif pergantian menteri keuangan, Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menilai perhatian pasar kini beralih pada langkah awal dan kebijakan yang akan diambil Suahasil Nazara."Sentimen pasar selanjutnya akan tertuju pada langkah dan kebijakan awal Menteri Keuangan baru, khususnya terkait arah pengelolaan fiskal dan upaya menjaga kredibilitas keuangan negara," kata tim riset dalam riset hariannya.
FOMC Jadi Sentimen Berikutnya
Selain perkembangan dari dalam negeri, pasar saham juga masih menghadapi sentimen eksternal. Perhatian investor selanjutnya tertuju pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 16-17 September 2026.Sebanyak 85 persen konsensus ekonom memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Sementara itu, market pricing sudah berada di kisaran 87-88 persen.
IHSG Berpeluang Rebound, tapi Momentum Masih Terbatas
Dari sisi teknikal, IHSG membentuk pola Dragonfly Doji setelah sempat menguji area support 6.390 dan kemudian bertahan di atas MA20 di level 6.545. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya peluang technical rebound. Namun, momentum penguatan masih dinilai terbatas karena indikator MACD masih menunjukkan bearish crossover.IHSG berpeluang kembali menguji area 6.585–6.605 sebagai resistance terdekat sekaligus area penutupan gap. Sementara itu, level 6.390 menjadi support utama yang perlu diperhatikan investor. Jika tekanan kembali muncul dan support tersebut ditembus, IHSG memiliki support berikutnya di level 6.220.
Saham yang Jadi Pilihan
Di tengah kondisi pasar yang masih berpotensi bergerak fluktuatif, sejumlah saham yang menjadi pilihan adalah:- PT United Tractors Tbk (UNTR)
- PT Wahana Inti Makmur Tbk (COCO)
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)