Ilustrasi. FOTO: dok MI
Ilustrasi. FOTO: dok MI

Investor Sebaiknya Wait and See Deh, IHSG Ditaksir Melempem Hari Ini

Angga Bratadharma • 30 September 2022 08:59
Jakarta: Samuel Research Team memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada perdagangan hari ini, mengikuti tren pelemahan di bursa saham global dan regional. Para investor perlu berhati-hati meski tetap ada peluang mencari saham terdiskon yang berpotensi menguat di masa mendatang.
 
Dari dalam negeri, update kasus covid-19 di Indonesia terdapat penambahan 2.003 (meningkat 4,6 persen) kasus baru kemarin. Daily positivity rate 6,1 persen, recovery rate 97,3 persen, dan kasus aktif ada sebanyak 18.357 pada hari yang sama.
 
Untuk saat ini, pelaku pasar cenderung melihat dan menunggu terhadap data inflasi Indonesia di September 2022 yang menjadi salah satu pertimbangan keputusan RDG BI di November 2022 yang diperkirakan mencapai 5,94 persen secara YoY dan 1,19 persen secara MoM.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pagi ini pasar regional dibuka melemah dengan Nikkei minus 0,69 persen dan Kospi berkurang 0,29 persen. IHSG diperkirakan melemah hari ini, seiring sentimen negatif pasar global dan regional," sebut Samuel Research Team, dalam riset hariannya, Jumat, 30 September 2022.
Baca: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Paling Tinggi di G20, Bangga Aku Tuh..

Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat terpantau turun tajam pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB), karena aksi jual kembali terjadi di Wall Street. Sejauh ini para pedagang terus mengkhawatirkan terjadinya resesi akibat The Fed terus aktif menaikkan suku bunga guna memerangi inflasi.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 458,13 poin atau 1,54 persen menjadi 29.225,61. Sedangkan indeks S&P 500 turun 78,57 poin atau 2,11 persen menjadi 3.640,47 di penutupan terendah baru untuk tahun ini. Indeks Komposit Nasdaq turun 314,13 poin atau 2,84 persen menjadi 10.737,51.
 
Semua 11 sektor utama S&P 500 ditutup di wilayah merah, dengan sektor utilitas dan konsumen masing-masing turun 4,07 persen dan 3,38 persen, memimpin kerugian. Saham Apple jatuh 4,9 persen pada Kamis waktu setempat setelah analis Bank of America menurunkan peringkat saham menjadi netral dari beli.
 
Di sisi ekonomi, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim pengangguran awal negara, cara kasar untuk mengukur PHK, turun 16 ribu menjadi 193 ribu dalam pekan yang berakhir 24 September. Angka tersebut, level klaim terendah sejak akhir April, menguat akibat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan melanjutkan kampanye kenaikan suku bunganya.

 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif