Mengutip Bloomberg, Jumat, 26 Maret 2021, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka tertekan ke posisi Rp14.442 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.437 hingga Rp14.445 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.260 per USD.
Sementara itu, dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Mata uang Paman Sam memperpanjang kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut, melompat di atas level tertinggi empat bulan karena para investor mengurangi minat terhadap mata uang berisiko.
Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik sekitar 0,28 persen menjadi 92,85 pada perdagangan sore. Dolar AS sepanjang tahun ini telah melonjak lebih dari tiga persen.
Imbal hasil obligasi pemerintah naik ke level tertinggi sesi setelah permintaan melemah untuk bulan kedua berturut-turut dalam lelang pada surat utang bertenor tujuh tahun. Imbal hasil tertinggi sesi mencapai 1,642 persen. Pada Kamis sore waktu setempat imbal hasil obligasi Pemerintah AS 10-tahun berada di 1,630 persen.
Penguatan kembali dolar mengindikasikan investor mengabaikan data positif yang menunjukkan lebih sedikit dari perkiraan warga Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran minggu lalu, dan komentar dari Presiden AS Joe Biden bahwa ekonomi sedang naik daun.
"Dolar telah menggelinding lebih tinggi selama beberapa hari terakhir. Biasanya di sini adalah bahwa dolar tetap tinggi," kata Mazen Issa, analis mata uang senior di TD Securities.
Saham AS, naik di sore hari pada Kamis waktu setempat dalam sesi yang ditandai oleh perdagangan yang berfluktuasi. Kekhawatiran tentang penguncian yang diperpanjang di Eropa juga membebani pasar. Para pemimpin di Eropa bertemu untuk membahas cara meningkatkan pasokan vaksin covid-19 setelah inokulasi yang lambat.
Euro merosot 0,41 persen terhadap dolar, pada 1,1767 dolar AS, dengan para ahli memperkirakan dapat mencapai kisaran 1,16 dolar AS, karena pemulihan ekonomi Eropa tertinggal. Dolar juga menguat 0,39 persen terhadap yen di 109,1500. Dolar Australia dan Selandia Baru, yang turun dalam dua sesi sebelumnya, turun tipis terhadap dolar AS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News