Ilustrasi - - Foto: Medcom/ Annisa Ayu
Ilustrasi - - Foto: Medcom/ Annisa Ayu

Bursa Sebut Efek Buyback Saham Tak Instan

Ekonomi bursa saham Buyback
Annisa ayu artanti • 13 Maret 2020 19:37
Jakarta: Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi menyatakan aksi pembelian kembali (buyback) saham yang dilakukan emiten tidak instan. Pasalnya, pergerakan harga saham agar berbalik arah menjadi positif tidaklah mudah.
 
"Enggak bisa seperti itu dong, enggak bisa langsung," kata Inarno di Gedung BEI, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2020.
 
Ia menjelaskan buyback saham oleh emiten dilakukan secara bertahap dan dalam jangka waktu tertentu. Buyback saham juga dilakukan pada harga yang dianggap baik dan wajar oleh manajemen perseroan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kan itu keputusan ada di masing-masing (perusahaan). Tapi begitu dirasa murah pasti buyback lah," ucapnya.
 
Seperti diketahui, dari beberapa emiten yang melakukan buyback saham, pergerakan harga saham emiten tersebut tidak banyak perubahan.
 
PT Jasa Marga Tbk (JSMR) contohnya, saat pembukaan harga saham perusahaan sebesar Rp3.900 per saham. Dalam satu hari perdagangan saham JSMR tetap bergerak di zona merah, bahkan turun 200 poin atau 5,13 persen.
 
Kemudian PT Waskita Karya Tbk (WSKT) pergerakan saham perusahaan hari ini masih didominasi bergerak di zona merah. Saat pembukaan perdagangan saham WSKT berada di level Rp675 per saham. Kemudian bergerak di zona merah dan mengakhiri perdagangan di level Rp635 per saham atau turun 1,55 persen.
 
Analis Panin Sekuritas William Hartanto menilai aksi buyback saham yang dilakukan para emiten tidak akan berpengaruh signifikan terhadap pergerakan harga saham.
 
Ia mengatakan, aksi buyback yang saat ini tengah dilakukan emiten-emiten tidak efektif karena dilaksanakan pada saat tren pasar saham sedang melemah.
William justru berpendapat aksi buyback saat ini tidak akan menaikan harga saham karena sifatnya yang hanya menadah.
 
"Kemungkinan enggak efektif, karena buyback itu belinya saat harga saham makin turun," kata William kepada Medcom.id.

 

(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif