Foto: Medcom.id/Desi Angriani.
Foto: Medcom.id/Desi Angriani.

PSBB Diperpanjang, Sentimen Domestik Masih 'Kuasai' Gerak IHSG

Ekonomi IHSG PSBB Anies Baswedan PSBB Jakarta
Ade Hapsari Lestarini • 25 September 2020 10:06
Jakarta: Perpanjangan kebijakan pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tak memengaruhi gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini.
 
Namun demikian, pergerakan IHSG masih akan dipengaruhi sentimen domestik. "Kami melihat sentimen domestik masih dominan saat ini," tutur tim analis Samuel Sekuritas Indonesia, dalam hasil risetnya, Jumat, 25 September 2020.
 
IHSG pada pembukaan perdagangan pagi ini terpantau menguat 44,502 poin atau setara 0,919 persen ke posisi 4.887 pada pukul 09.02 WIB. Sementara pasar pergerakan bursa regional Nikkei Jepang dan Kospi Korea Selatan dibuka positif 0,45 persen dan 0,47 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara sentimen domestik datang dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang memutuskan memperpanjang penerapan PSBB selama dua pekan hingga 11 Oktober 2020.
 
Perpanjangan ini menyusul kembalinya penerapan PSBB ketat sejak 14 September lalu dengan pertimbangan terus meningkatnya kasus covid-19 dan keterbatasan kapasitas ICU di Jakarta.
 
"Anies juga mengklaim, kini mulai tampak tanda-tanda pelandaian kasus positif di Jakarta meski masih terus meningkat. Kami melihat perpanjangan masa PSBB ini akan turut berdampak pada kinerja keuangan maupun GDP di periode kuartal IV-2020 yang diawali Oktober," jelasnya.
 
Di sisi lain perdagangan pasar saham AS semalam ditutup menguat meski masih bergerak dalam tren penurunan. Indeks S&P 500 menguat 0,30 persen, indeks Dow Jones naik 0,20 persen, dan Nasdaq menguat 0,37 persen.
 
Selain itu AS merilis data klaim pengangguran yang tercatat sebanyak 870 ribu pada Agustus 2020, lebih tinggi daripada perkiraan di level 845 ribu.
 
Tren perbaikan jobless claims masih melandai sejak memasuki Agustus 2020 di level saat ini yang masih tinggi dibandingkan sebelum pandemi. Sementara besaran stimulus weekly benefit di AS terpangkas di periode yang sama.
 
"Kami melihat hal ini memacu risk-off pada pasar ekuitas AS dan harga komoditas dunia," pungkasnya.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif