Ilustrasi. Foto: MI/Susanto.
Ilustrasi. Foto: MI/Susanto.

Rupiah Melemah Tipis di Kamis Pagi

Husen Miftahudin • 27 Oktober 2022 09:25
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami pelemahan, meski tipis.
 
Mengutip data Bloomberg, Kamis, 27 Oktober 2022, nilai tukar rupiah terhadap USD berada di level Rp15.564 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun satu poin atau setara 0,01 persen dari posisi Rp15.563 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.
 
Adapun rentang gerak rupiah berada di kisaran Rp15.547 per USD hingga Rp15.564 per USD. Sementara year to date (ytd) return terpantau sebesar 9,12 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara data Yahoo Finance justru menunjukkan rupiah berada di zona hijau pada posisi Rp15.563 per USD. Rupiah terpantau menguat enam poin atau setara 0,03 persen dari Rp15.569 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.
 
Ekonom Senior Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto mengatakan, indeks dolar (DXY) turun ke level 110, level terendah dalam dua pekan terakhir.
 
"Hal ini disebabkan oleh harapan akan adanya sinyal yang tidak terlalu hawkish dari The Fed, disebabkan data ekonomi AS yang mulai menunjukkan pelemahan," ujar Rully.
 
Baca juga: Lemahnya Data Ekonomi Dorong Terkoreksinya Dolar AS

 
The Fed telah mengambil kebijakan kenaikan suku bunga sebesar 75 basis poin sebanyak tiga kali pertemuan sebelumnya, yang menjadi langkah darurat untuk menekan inflasi yang tinggi di AS.
 
Tetapi belum adanya tanda-tanda penurunan inflasi dan beberapa data ekonomi yang menunjukkan kondisi ekonomi yang makin melemah, memberikan dukungan pada peringatan beberapa pejabat The Fed yang menyuarakan untuk lebih bersikap hati-hati dalam mengambil kebijakan moneter.
 
Setidaknya tiga pejabat The Fed sudah menyuarakan kekhawatiran imbas buruk pada ekonomi, jika The Fed melanjutkan untuk mengambil langkah moneter yang agresif ke depannya. "Rupiah memang masih dipengaruhi oleh sentimen global dan dolar AS masih relatif tinggi," pungkas Rully.
 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif