Sebagai perbandingan, Malaysia mencatat 10 IPO, lalu tujuh di Thailand, dan tujuh di Singapura dalam periode yang sama. Sedangkan Indonesia di tengah pandemi covid-19 mampu mencatat sebanyak 46 perusahaan yang mencari modal dengan melantai di pasar modal.
"Menunjukkan ketahanan pasar modal Indonesia," kata Kepala Data Global Asia Pacific (APAC) Bloomberg Vatsan Sudersan, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 5 November 2020.
Sekitar USD385 juta dana telah dihimpun oleh 46 perusahaan yang berkantor pusat di Indonesia melalui IPO hingga September. Besaran rata-rata setiap penawaran adalah USDD8,4 juta, turun 59 persen dari rata-rata USD20,5 juta pada tahun lalu.
Lebih dari 70 persen IPO tersebut yang masing-masing menghimpun kurang dari USD10 juta dibandingkan dengan 63 persen di periode yang sama tahun lalu. "Meskipun nilai rata-rata lebih kecil dibanding tahun lalu, IPO baru tersebut telah berkinerja dengan baik, dan rata-rata menghasilkan sekitar 80 persen di atas harga IPO pada akhir September," ujar dia.
Perusahaan dari sektor keuangan dan konsumen non-siklus mendominasi pasar IPO Indonesia tahun ini, masing-masing menyumbang 33 persen dari total jumlah dana yang terkumpul. Sebagai perbandingan, sektor keuangan menyumbang 58 persen dari total dana yang dihimpun melalui IPO tahun lal.
Di sektor finansial secara konsisten telah mengumpulkan dana terbanyak di pasar IPO Indonesia selama tiga tahun terakhir, sebuah pergeseran dari sektor industrial atau industri konsumen non-siklus yang biasanya mendominiasi IPO. Perusahaan-perusahaan di industri kesehatan termasuk di antara yang berkinerja terbaik dalam IPO tahun ini.
Sejauh ini, Metro Healthcare Indonesia, perusahaan dengan besaran penawaran IPO terbesar pada 2020, mengalami kenaikan harga saham sebesar 263 persen sejak IPO hingga 30 September. Begitu pula dengan produsen vitamin dan obat-obatan Soho Global Health, harga sahamnya melonjak 388 persen sejak pencatatannya hingga akhir kuartal ketiga.
Obligasi
Mengenai pasar obligasi, perusahaan-perusahaan Indonesia telah menerbitkan sekuritas utang sekitar USD32 miliar dalam sembilan bulan pertama 2020, yang terdiri dari 99 persen total modal yang dihimpun.
Penerbitan obligasi pada tahun ini telah turun enam persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019. Sebagian besar obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan tersebut terdaftar di pasar luar Indonesia, dengan Singapura yang masih menjadi pilihan utama.
Terlepas dari risiko mata uang, perusahaan-perusahaan di Indonesia masih memilih mengumpulkan dana dalam dolar AS. Sekitar 66 persen dari utang diperoleh dalam dolar dibandingkan dengan 32 persen yang dihimpun dalam rupiah Indonesia, dan dua persen lainnya dalam euro.
Akuisisi
Dalam hal merger dan akuisisi, jumlah kesepakatan turun sekitar 23 persen dalam tiga kuartal pada tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Total volume kesepakatan menurun dari USD10,3 miliar menjadi USD9,4 miliar tahun-ke-tahun.
Volume aktivitas tidak seberapa jika dibandingkan dengan kesepakatan senilai USD17,3 miliar yang dicatat selama tiga kuartal pertama pada 2018. Sebagian besar kesepakatan merger dan akuisisi berasal dari sektor konsumen non-siklus dan teknologi pada tahun ini.
Kesepakatan terpenting termasuk akuisisi Pinehill Co senilai USD3 miliar oleh Indofood CBP dan putaran pembiayaan senilai USD1,2 miliar untuk Gojek. Lebih lanjut, Sudersan mengingatkan mengenai celah di pasar utang publik yang berpotensi terjadinya gagal bayar karena perusahaan melewatkan pembayaran obligasi.
"Gagal bayar dan kebangkrutan akan menjadi beberapa poin yang harus diwaspadai oleh investor akibat pandemi covid-19 yang menghantam ekonomi riil dalam beberapa bulan mendatang," ujar dia.
Dalam jangka panjang, investor juga harus memperhatikan poin data seperti perbandingan debt-to-equity dan debt-to-ebitda untuk mengukur kemampuan perusahaan melunasi atau menambah utang, serta seberapa berkelanjutan utang sebanding dengan pendapatan mereka.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
(ABD)











