Ilustrasi perlindungan konsumen - - Foto: dok AFP
Ilustrasi perlindungan konsumen - - Foto: dok AFP

OJK: Perlindungan Konsumen di Era Digital Semakin Krusial

Ekonomi OJK jasa keuangan transformasi digital
Husen Miftahudin • 17 November 2020 17:03
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan program perlindungan konsumen di era digital menjadi semakin krusial. Selain sebagai tameng untuk mencegah timbulnya kerugian bagi nasabah, program ini juga bisa meningkatkan kepercayaan (trust) debitur dan masyarakat terhadap industri jasa keuangan di Indonesia.

"Perlindungan konsumen ini bisa meningkatkan trust. Karena tanpa perlindungan konsumen yang baik dan memadai, trust itu bisa semakin menurun dan mengganggu sistem keuangan," kata Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara dalam IMA Chapter Webinar secara virtual di Jakarta, Selasa, 17 November 2020.
 
Tirta mengungkapkan adopsi teknologi di sektor jasa keuangan ibarat dua sisi mata uang. Di satu sisi memberikan kemudahan dan informasi yang tidak terbatas, sedangkan di sisi yang lain mengandung kerawanan.
 
"Memang semua memudahkan, tapi kerugiannya ini juga sangat besar. Setiap tahun itu lebih dari Rp8.000 triliun, jadi besar sekali," ujarnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tirta menjelaskan, kerugian yang timbul di sektor jasa keuangan akibat kejahatan siber terjadi lantaran tingkat literasi konsumen yang masih rendah. Umumnya nasabah tidak mempelajariTerm of Reference(TOR), risiko, hingga seperti apa kewajiban-kewajiban konsumen.
 
"Yang penting taruh uang dan sudah diawasi OJK, lalu aman. Tidak seperti itu, teknologi ini juga ada risikonya. Kerugian-kerugian ini yang harus kita cegah," tegasnya.
 
Adapun masifnya pertumbuhan teknologi digital di Indonesia ditandai dengan tingginya jumlah pengguna aktif internet yang mencapai 175,4 juta. Tingkat penetrasi pengguna aktif internet masyarakat Indonesia mencapai 64 persen dari total penduduk 272,1 juta dengan pertumbuhan sebesar 17 persen.
 
Jumlah pengguna koneksi seluler di Indonesia bahkan mencapai 338,2 juta dengan tingkat penetrasi mencapai 124 persen dan pertumbuhan 4,6 persen. Lalu pengguna aktif sosial media mencapai sebanyak 160 juta dengan tingkat penetrasi 59 persen dan pertumbuhan sebesar 8,1 persen.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif