Bukalapak. Foto : Medcom/Surya Perkasa.
Bukalapak. Foto : Medcom/Surya Perkasa.

Efek Nilai Investasi, BUKA Cetak Laba Rp14,5 Triliun di Kuartal I-2022

Ekonomi Emiten Saham bukalapak Ekonomi Digital Ecommerce
Arif Wicaksono • 28 April 2022 11:50
Jakarta: PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencetak laba bersih pada kuartal I-2022 dari rugi pada kuartal I-2021. Capaian itu diraih karena laba nilai investasi BUKA yang mencapai Rp15,4 triliun.
 
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis 28 April 2022, emiten yang bergerak pada bisnis e-commerce itu mencetak pendapatan neto sebesar Rp787 miliar atau naik dari kuartal I tahun sebelumnya sebesar Rp423 miliar.
 
Kenaikan pendapatan diikuti dengan beban pokok pendapatan yang mencapai Rp509 miliar atau naik pesat dari tahun sebelumnya sebesar Rp77 miliar. Beruntung laba nilai investasi BUKA mencapai Rp15,4 triliun naik pesat dari tahun sebelumnya pada periode yang sama sebesar Rp297 juta. Alhasil, laba usaha tercatat sebesar Rp14,4 triliun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pos lain yang mengalami kenaikan adalah pendapatan keuangan BUKA yang mencapai Rp107 miliar atau naik pesat dari tahun sebelumnya sebesar Rp4,3 miliar. Setelah dikurangi beban keuangan dan rugi entitas asosiasi, maka BUKA mencetak laba bersih sebesar Rp14,5 triliun naik pesat dari tahun sebelumnya pada periode yang sama ketika BUKA merugi Rp323 miliar.
 
Ekuitas BUKA sebesar Rp38,1 triliun atau naik dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp23,4 triliun. Utang BUKA mencapai Rp1,8 triliun atau mengecil dari tahun lalu periode yang sama sebesar Rp3,1 triliun.

TPV BUKA

Dikutip dari keterangan persnya, Kamis, 28 April 2022, Total Processing Value (TPV) BUKA selama kuartal pertama 2022 tumbuh sebesar 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi Rp34,1 triliun pada kuartal I-2022.
 
Pertumbuhan TPV perseroan didukung oleh peningkatan jumlah transaksi sebesar 34 persen sepanjang tiga bulan pertama di 2021 sampai dengan kuartal I-2022.
 
Sebanyak 74 persen TPV perseroan berasal dari luar daerah Tier 1 di Indonesia, penetrasi all-commerce dan tren digitalisasi warung serta toko ritel tradisional terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat.
 
Mitra Bukalapak merupakan penggerak utama pertumbuhan Perseroan; TPV Mitra pada kuartal I-2022 bertambah sebesar 78 persen menjadi Rp17,3 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusi mitra terhadap TPV perseroan meningkat dari 35 persen pada kuartal I-2021 menjadi 51 persen pada kuartal I-2022. Pada akhir Maret 2022, jumlah Mitra yang telah terdaftar mencapai 13,1 juta, meningkat dari 11,8 juta pada akhir Desember 2021.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif