Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO

Kurs Rupiah Pagi Tak Berdaya terhadap Dolar AS

Angga Bratadharma • 10 Desember 2021 09:34
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Jumat pagi atau di akhir pekan terpantau tumbang ketimbang penutupan perdagangan di hari sebelumnya di posisi Rp14.366 per USDD. Mata uang Garuda gagal menghantam mata uang Paman Sam jelang pertemuan The Fed di Desember ini.
 
Mengutip Bloomberg, Jumat, 10 Desember 2021, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka tertekan ke posisi Rp14.383 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.371 hingga Rp14.383 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di level Rp14.324 per USD.
 
Sementara itu, dolar Amerika Serikat menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB). Meningkatnya pembatasan di beberapa bagian dunia untuk menahan penyebaran covid-19, termasuk varian baru Omicron, mengurangi selera investor terhadap mata uang berisiko.

Indeks mata uang dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya meningkat 0,3 persen pada 96,233.
 
"Kami melihat beberapa kehati-hatian di pasar karena Omicron. Saya pikir kekhawatiran bahwa itu akan lebih buruk daripada Delta telah berkurang, tetapi laporan tentang betapa mudahnya varian itu menularkan telah menyebabkan kehati-hatian ekstra," kata Wakil Presiden Transaksi dan Perdagangan valas Tempus Inc John Doyle.
 
"Ada kekhawatiran tentang bagaimana pemerintah-pemerintah dapat bereaksi, dan rencana B Inggris adalah contoh yang bagus," tambahnya.

Pembatasan covid-19

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memberlakukan pembatasan covid-19 yang lebih ketat di Inggris, memerintahkan orang untuk bekerja dari rumah, memakai masker di tempat umum, dan menggunakan tiket sertifikat vaksin untuk memperlambat penyebaran varian baru.
 
Johnson mengatakan Omicron menyebar dengan cepat dan tidak punya pilihan selain pindah ke rencana B, sementara program booster vaksin dipercepat. "Risiko tidak aktif untuk pertama kalinya minggu ini sehingga greenback naik terhadap seluruh mata uang G10 kecuali untuk safe haven yen," kata Doyle.
 
Dolar melemah 0,2 persen terhadap yen Jepang. Greenback didukung oleh data yang menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun ke level terendah dalam lebih dari 52 tahun pekan lalu, karena kondisi pasar tenaga kerja terus mengetat di tengah kekurangan akut pekerja.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan