Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto
Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto

Perbankan dan Pengusaha RI-Tiongkok Girang Transaksi Bisa Pakai Rupiah-Yuan

Ekonomi Bank Indonesia indonesia-tiongkok Mata Uang
Husen Miftahudin • 09 September 2021 10:23
Jakarta: Pelaku usaha serta perbankan di Indonesia dan Tiongkok menyambut baik inisiatif Bank Indonesia (BI) dan People's Bank of China (PBC) terkait implementasi kerangka kerja sama penyelesaian transaksi bilateral dengan mata uang lokal atau Local Currency Settlement (LCS) antara kedua negara. Pasalnya, mereka kini bisa menggunakan rupiah dan yuan dalam bertransaksi perdagangan maupun investasi.
 
Implementasi LCS dinilai memberikan banyak manfaat karena biaya konversi transaksi menjadi lebih efisien, tersedianya alternatif pembiayaan ekspor/direct investment dalam mata uang lokal, tersedianya alternatif instrumen hedging dalam mata uang lokal, serta diversifikasi eksposur mata uang yang digunakan dalam penyelesaian transaksi.
 
"Saya berharap kerangka LCS ini dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan aktif oleh pelaku usaha guna mendukung pemulihan ekonomi nasional. Kerja sama LCS terus menunjukkan perkembangan positif dan berpotensi untuk terus ditingkatkan, baik dari segi nilai transaksi, frekuensi, maupun jumlah pengguna," kata Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo dalam webinar yang dihadiri ratusan pelaku usaha dan perbankan yang berdomisili di Indonesia maupun Tiongkok, Kamis, 9 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar RI untuk Republik Rakyat Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun mengatakan bahwa inisiatif yang digagas oleh Bank Indonesia dan People's Bank of China dapat meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Tiongkok.
 
"Saya juga optimis bahwa keterkaitan ekonomi antara Indonesia dengan Tiongkok akan semakin kuat, antara lain didukung oleh komitmen kedua negara untuk meningkatkan jalinan hubungan kerja sama ke depan," tuturnya.
 
Di sisi lain Direktur Treasury dan International Banking Bank Mandiri Panji Irawan mengungkapkan, Bank Mandiri sebagai salah satu Bank yang ditunjuk menjadi Appointed Cross Currency Dealers (ACCD) mengapresiasi langkah BI dan PBC serta siap mendukung penuh pelaksanaan LCS.
 
"Implementasi LCS memiliki potensi yang besar untuk terus didorong, sejalan dengan terus meningkatnya tren transaksi dan direct investment antara Indonesia dan Tiongkok," sebut dia.
 
Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menjelaskan implementasi kerangka kerja sama LCS antara Indonesia dan Tiongkok diharapkan dapat membantu mengurangi tekanan terhadap rupiah dan mendorong pengembangan pasar mata uang valas non-USD di regional.
 
"Kerangka kerja sama LCS antara Indonesia dan Tiongkok meliputi antara lain penggunaan kuotasi nilai tukar secara langsung dalam transaksi antara mata uang rupiah dan yuan, serta relaksasi regulasi tertentu untuk mendorong penggunaan mata uang lokal," urainya.
 
Sejak 2018, Bank Indonesia telah menginisiasi kerja sama LCS dengan Malaysia dan Thailand untuk mendorong penggunaan mata uang lokal oleh pelaku usaha dalam penyelesaian transaksi perdagangan bilateral kedua negara.
 
Selanjutnya, pada Agustus 2020 kerja sama serupa juga telah diimplementasikan dengan Jepang. Kemudian pada 6 September 2021 kerja sama LCS ini juga sudah efektif diimplementasikan dengan Tiongkok.
 
"Untuk mendorong implementasinya, Bank Indonesia akan senantiasa berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait agar kerja sama LCS banyak digunakan oleh pelaku usaha di Indonesia, difasilitasi oleh bank yang ditunjuk sebagai Appointed Cross Currency Dealers," pungkas Erwin
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif