Berdasarkan data perdagangan valuta asing Senin 5 Oktober 2026 nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 61,5 poin atau 0,35 persen ke level Rp17.887,4 per USD.
Pergerakan rupiah tersebut berlangsung bersamaan dengan penguatan mata uang Negeri Paman Sam. Indeks Dolar AS (DXY) tercatat naik 0,163 poin atau 0,16 persen ke posisi 101,880 pada pukul 09.16 WIB.
Penguatan indeks dolar AS menjadi salah satu sentimen yang menekan mata uang negara-negara berkembang, termasuk rupiah. Pergerakan pasar valuta asing juga masih dipengaruhi oleh dinamika pasar global dan arus modal investor di kawasan Asia.
Rupiah terhadap Mata Uang Kawasan
Selain terhadap dolar AS, pergerakan rupiah terhadap sejumlah mata uang utama dan kawasan juga bervariasi pada perdagangan pagi ini.Terhadap yen Jepang, mata uang rupiah menguat tipis ke level Rp113,37 per yen atau naik 0,04 persen. Sementara terhadap euro, rupiah relatif stagnan di level Rp20.142 per euro. Adapun terhadap dolar Singapura, rupiah melemah 0,08 persen ke level Rp13.973,48 per SGD.
Mata uang Rupiah juga melemah terhadap ringgit Malaysia sebesar 0,03 persen ke level Rp4.378,28 per MYR. Terhadap yuan Tiongkok, rupiah turun 0,01 persen ke level Rp2.667,94 per CNY. Sementara terhadap won Korea Selatan, rupiah tertekan 0,10 persen ke level Rp13,2987 per KRW.
Pergerakan nilai tukar rupiah pada awal perdagangan masih akan dipengaruhi oleh perkembangan sentimen pasar global, arah pergerakan indeks dolar AS, serta arus modal investor di kawasan Asia.
Pelaku pasar juga akan mencermati perkembangan ekonomi global dan kebijakan bank sentral utama yang berpotensi memengaruhi pergerakan mata uang serta aset keuangan sepanjang perdagangan.
Di sisi lain, harga emas dunia yang menjadi salah satu aset lindung nilai (safe haven) terpantau melanjutkan penguatan. Harga emas di pasar spot (XAU/USD) tercatat naik 19,41 poin atau 0,47 persen ke level USD4.160,09 per troy ons pada pukul 09.16 WIB.
Penguatan harga emas menunjukkan minat pasar terhadap aset safe haven masih terjaga di tengah dinamika pasar keuangan global.