Berdasarkan pantauan data pasar valuta asing Kamis 1 Oktober 2026 pada pukul 09.17 WIB, mata uang paman sam berada di level Rp17.929,0 per dolar AS. Posisi tersebut mencerminkan pelemahan mata uang rupiah sebesar 99,1 poin atau terdepresiasi 0,56% dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya.
Tekanan terhadap mata uang rupiah terjadi seiring dengan penguatan dolar AS di pasar global. Indeks Dolar AS (DXY) pada pukul 09.19 WIB tercatat menguat 0,14% atau naik 0,139 poin ke level 101,330.
Penguatan DXY menunjukkan permintaan terhadap dolar AS masih cukup kuat pada awal perdagangan. Kondisi tersebut turut memberikan tekanan terhadap sejumlah mata uang, termasuk rupiah.
Meski melemah terhadap dolar AS, mata uang rupiah justru cenderung menguat terhadap sejumlah mata uang kawasan Asia. Yen Jepang, misalnya, turun 0,37% ke level Rp113,40.
Mata uang rupiah juga menguat terhadap won Korea Selatan yang tercatat turun 0,19% ke level Rp13,1869. Selanjutnya, pasangan Ringgit Malaysia turun 0,10% ke level Rp4.387,60.
Sementara itu, mata uang Dollar Singapura tercatat turun tipis 0,05% ke level Rp14.015,83. Terhadap baht Thailand terkoreksi 0,04% ke level Rp533,047.
Adapun terhadap yuan China, mata uang rupiah tercatat melemah tipis 0,06% ke level Rp2.674,29. Sementara itu, pergerakan mata uang rupiah terhadap euro relatif stabil dengan tercatat stagnan di level Rp20.318,0.
Harga Emas Dunia Turun Tipis
Di pasar komoditas, harga emas dunia juga bergerak melemah tipis pada perdagangan pagi ini.Harga emas spot dunia atau XAU/USD pada pukul 09.19 WIB berada di level USD4.153,30 per troy ons. Posisi tersebut turun 3,82 poin atau 0,09% dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan emas turut dipengaruhi oleh penguatan dolar AS. Sebagai aset safe haven, emas biasanya mendapat tekanan ketika dolar AS menguat karena membuat harga komoditas tersebut relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Pelaku pasar selanjutnya akan mencermati perkembangan suku bunga global, rilis sejumlah data makroekonomi Amerika Serikat, serta kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar mata uang rupiah.
Pergerakan dolar AS dan sentimen pasar global masih menjadi faktor penting yang akan menentukan arah mata uang rupiah sepanjang perdagangan hari ini.