Ilustrasi. Foto: Medcom.id/M RIzal
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/M RIzal

Cara Menyiapkan Kekayaan Anak Sejak Dini, Bukan Sekadar Memberikan Aset

Annisa ayu artanti • 02 Oktober 2026 14:53
Ringkasnya gini..
  • Membangun kekayaan anak sejak dini memberi waktu lebih panjang bagi aset untuk berkembang melalui investasi jangka panjang.
  • Orang tua perlu membekali anak dengan literasi finansial agar mampu mengelola aset yang kelak diterimanya.
  • Transfer kekayaan perlu direncanakan agar aset dan nilai keluarga dapat diteruskan ke generasi berikutnya.
Jakarta: Menyiapkan masa depan anak ternyata bukan cuma soal memilih sekolah atau menyiapkan biaya pendidikan. Ada satu hal lain yang sering baru dipikirkan ketika anak sudah dewasa, yakni bagaimana keluarga membangun dan meneruskan kekayaan.

Padahal, semakin dini perencanaan dilakukan, semakin panjang waktu yang tersedia untuk membangun aset sekaligus membekali anak agar mampu mengelolanya.

Konsep inilah yang menjadi bagian dari family wealth planning atau perencanaan kekayaan keluarga. Anak tidak hanya diposisikan sebagai penerima aset, tetapi juga dipersiapkan menjadi generasi yang mampu menjaga dan mengembangkan kekayaan keluarga.

Merangkum dari laman BCA Prioritas, Jumat, 2 Okober 2026, Global Wealth Report 2025 mencatat peningkatan kekayaan global dalam beberapa dekade terakhir, yang antara lain berkaitan dengan pertumbuhan aset jangka panjang dan kepemilikan investasi.

Namun, membangun kekayaan keluarga bukan hanya soal membeli aset sebanyak-banyaknya. Perencanaan, konsistensi, pengelolaan risiko, dan kesiapan generasi berikutnya juga menjadi bagian penting.
 

Lantas, apa yang bisa dilakukan orang tua?

1. Tentukan tujuan finansial keluarga

Langkah pertama adalah mengetahui untuk apa kekayaan tersebut dibangun. Setiap keluarga tentu memiliki kebutuhan berbeda. Ada yang ingin menyiapkan dana pendidikan anak, membeli rumah, menyiapkan modal usaha, atau membangun portofolio investasi untuk jangka panjang.

Tujuan yang jelas akan membantu keluarga menentukan strategi finansial yang lebih terarah. 

2. Mulai investasi jangka panjang secara konsisten

Setelah tujuan ditentukan, langkah berikutnya adalah membangun aset. Investasi yang dilakukan secara rutin dalam jangka panjang dapat menjadi salah satu cara untuk membangun kekayaan secara bertahap. 

Namun, tidak ada satu instrumen investasi yang cocok untuk semua keluarga. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan tujuan investasi, jangka waktu, tingkat risiko, dan kondisi keuangan keluarga.

3. Jangan hanya tinggalkan aset, ajarkan literasi keuangan

Memberikan aset kepada anak memang dapat menjadi bekal masa depan. Namun, aset tanpa kemampuan mengelola bisa menjadi persoalan tersendiri. Karena itu, orang tua juga perlu membekali anak dengan literasi finansial sejak dini.

4. Tanamkan nilai keluarga dalam mengelola kekayaan

Kekayaan keluarga tidak hanya berbicara soal berapa banyak aset yang dimiliki. Cara aset tersebut dikelola dan nilai yang menyertainya juga menjadi bagian penting.

Dalam konsep generational wealth, keberlanjutan kekayaan membutuhkan lebih dari sekadar memindahkan aset dari orang tua kepada anak.

Generasi berikutnya perlu memahami mengapa aset tersebut dibangun, bagaimana cara mengelolanya, serta tanggung jawab yang menyertainya.

5. Siapkan transfer kekayaan sejak awal

Bagi keluarga dengan aset yang semakin kompleks, perencanaan transfer kekayaan juga perlu masuk dalam strategi jangka panjang. Tujuannya bukan sekadar memastikan aset berpindah kepada generasi berikutnya, tetapi juga membuat prosesnya selaras dengan tujuan dan nilai keluarga.

Pada akhirnya, membangun kekayaan untuk anak bukan hanya tentang seberapa besar aset yang bisa ditinggalkan. 

Yang tak kalah penting adalah menyiapkan anak agar memahami nilai aset tersebut, mampu mengambil keputusan finansial, dan memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan kekayaan keluarga.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan