Ilustrasi. Foto: AFP/Bay Ismoyo
Ilustrasi. Foto: AFP/Bay Ismoyo

IHSG Cenderung Sideways, Ini Saham Pilihan yang Menarik Dicermati

Annisa ayu artanti • 27 Januari 2026 10:09

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Selasa pagi dengan pergerakan terbatas. 


Melansir Antara, Selasa, 27 Januari 2026, IHSG dibuka melemah tipis 0,75 poin atau 0,01 persen ke posisi 8.974,57, mencerminkan sikap hati-hati investor di tengah dinamika global.
 
Sejalan dengan IHSG, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga terkoreksi 1,70 poin atau 0,19 persen ke level 880,72.

Wall Street ditutup menguat

Sentimen global sebenarnya datang cukup positif dari bursa Amerika Serikat. Pada perdagangan sebelumnya, indeks-indeks utama Wall Street ditutup menguat. 
 
Dow Jones Industrial Average naik 0,64 persen ke level 49.412,40, diikuti S&P 500 yang menguat 0,50 persen ke 6.950,23, serta Nasdaq yang naik 0,43 persen ke posisi 23.601,36.

Namun, penguatan Wall Street tersebut belum sepenuhnya mampu mendorong optimisme di pasar saham domestik.
 
Baca juga: Pembukaan Perdagangan IHSG Rebound ke Level 9.029, Investor Mulai Optimis Usai Koreksi Beruntun

Review pergerakan IHSG terakhir

Pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG tercatat menguat tipis 0,27 persen ke level 8.975. Meski demikian, penguatan tersebut masih dibayangi aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,01 triliun.
 
Pergerakan indeks cenderung terbatas dan tertekan, seiring melemahnya saham-saham konglomerasi menjelang pengumuman rebalancing MSCI pada awal Februari 2026. 
Selain itu, ketidakpastian geopolitik global serta sikap wait and see pelaku pasar menjelang keputusan suku bunga The Federal Reserve turut menahan laju IHSG.
 
Di tengah tekanan tersebut, penguatan IHSG terutama ditopang oleh saham-saham sektor komoditas, khususnya emas. 
 
Kenaikan harga emas dunia yang menembus level USD5.000 per troy ounce menjadi katalis positif bagi emiten-emiten berbasis emas dan pertambangan.
 
Kondisi ini membuat sektor komoditas tetap dipandang sebagai pilihan defensif di tengah volatilitas pasar global.

Proyeksi IHSG dan level teknis

Secara teknikal, BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan gerak IHSG sideways dalam jangka pendek. Area support berada di kisaran 8.922, sementara resistance terdekat di level 9.035.
 
"Di tengah ketidakpastian global, sektor komoditas, terutama emas yang masih menjadi pilihan defensif utama, sembari menunggu keputusan The Fed dan hasil rebalancing MSCI dengan metodologi terbaru," jelasnya.
 
Saham pilihan hari ini
Di tengah pergerakan pasar yang cenderung terbatas, sejumlah saham dinilai masih menarik untuk dicermati, terutama dari sektor komoditas dan energi. 
 
Saham pilihan yang direkomendasikan antara lain:
  1. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)
  2. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)
  3. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan