Tangkapan layar suasana Public Expose 2020 BFI Finance. FOTO: BFI Finance
Tangkapan layar suasana Public Expose 2020 BFI Finance. FOTO: BFI Finance

Kuartal III, BFI Finance Catat Laba Bersih Rp520,6 Miliar

Ekonomi bfi finance indonesia
Angga Bratadharma • 12 November 2020 12:34
Tangerang Selatan: PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) mencatat laba bersih sebesar Rp520,6 miliar di kuartal III-2020, di tengah tantangan berupa pandemi covid-19. Pencapaian laba bersih turun sebanyak 52,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,09 triliun.
 
Kemudian laba sebelum pajak pada kuartal III-2020 turun 51,6 persen dari Rp1,36 triliun menjadi Rp662 miliar. Sedangkan rasio kredit macet (NPF) BFI Finance membaik menjadi 2,67 persen per 30 September dari kuartal sebelumnya sebesar 3,73 persen per Juni 2020. Hingga September 2020, BFI Finance membukukan piutang pembiayaan bersih senilai Rp13,52 triliun.
 
Komposisi piutang pembiayaan yang dikelola sebesar 71,2 persen didominasi oleh pembiayaan mobil bekas. Sementara itu, komposisi piutang pembiayaan lainnya terdiri dari alat berat dan mesin 14,3 persen, motor bekas 9,9 persen, dan diikuti oleh mobil baru, Property-Backed Financing (PBF), dan syariah 4,6 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tren rasio NPF BFI Finance masih di bawah rata-rata industri pembiayaan, yang pada Agustus 2020 tercatat sebesar 5,23 persen sesuai data Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," kata Finance Director BFI Finance Sudjono, dalam konferensi pers virtual Public Expose 2020 BFI Finance, Kamis, 12 November 2020.
 
Di sisi lain, BFI Finance menjadi salah satu perusahaan pembiayaan yang memiliki obligasi yang jatuh tempo di akhir tahun ini. Dengan jatuh tempo tersebut, BFI Finance telah menyiapkan diri untuk melakukan pelunasan Obligasi Berkelanjutan III BFI Finance Indonesia Tahap III Tahun 2017 Seri C sebesar Rp400 miliar, yang jatuh tempo pada 9 November 2020.
 
Pelunasan ini akan menggunakan kas internal yang diperoleh dari pembayaran angsuran konsumen dengan jumlah lebih dari Rp1 triliun setiap bulannya. Perusahaan akan melakukan penerbitan obligasi kembali di awal 2021 dan saat ini sedang dalam proses melakukan pendaftaran program Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V.
 
"Dengan jumlah sampai sebesar Rp6 triliun ke Otoritas Jasa Keuangan," tuturnya.
 
Kemudian BFI Finance menjaga kecukupan pencadangan piutang yang diragukan di atas kondisi normal, dengan nilai cadangan yang ada saat ini mencapai 6,5 persen dari total piutang pembiayaan, atau setara 2,4 kali dari total NPF saat ini atau meningkat dari 1,6 kali di kuartal sebelumnya.
 
"Kecukupan pencadangan kerugian yang ada menunjukkan kehati-hatian dalam pengelolaan risiko pembiayaan dan risiko keuangan yang pruden di tengah pandemi covid-19 dan kondisi ekonomi yang belum pulih saat ini," ujar Sudjono.
 
Lebih lanjut, BFI Finance melihat aktivitas ekonomi telah berangsur pulih dengan penyaluran pembiayaan mulai merambat naik di beberapa daerah dan rasio pembiayaan bermasalah sudah terkendali dengan berbagai inisiatif yang dijalankan dalam menghadapi pandemi covid-19. Rebound ini tentunya menunjukkan sinyal positif walaupun tantangan masih besar.
 
"Volume pembiayaan menunjukkan tren positif selama kuartal III dan kami berharap kondisi ini dapat terus ditingkatkan di bulan-bulan mendatang selama kondisi eksternal mendukung, seperti tidak adanya lockdown yang membuat kegiatan ekonomi tidak bisa sepenuhnya berjalan," ujar Sudjono.
 
Restrukturisasi pembiayaan pun melandai semenjak masyarakat mulai kembali berkegiatan. BFI Finance telah memberikan relaksasi kredit kepada para konsumen yang keadaan keuangannya terdampak covid-19 mulai April hingga Agustus 2020. Saat ini nilai piutang yang direlaksasi mencapai 35,5 persen dari total piutang pembiayaan yang dikelola per 30 September 2020.
 
Tipe restrukturisasi yang paling banyak adalah perpanjangan tenor sebanyak 68 persen dengan kelonggaran pembayaran pokok di awal. Diharapkan konsumen yang telah memperoleh relaksasi pembiayaan tersebut dapat memperbaiki kondisi keuangannya dan beradaptasi dengan kondisi new normal saat ini.
 
BFI Finance juga mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang digalakkan pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan dan OJK. Hingga saat ini, BFI Finance menyalurkan subsidi bunga dari pemerintah kepada lebih dari 69 ribu konsumen dengan nilai Rp67 miliar lebih kepada konsumen BFI Finance yang memenuhi kriteria subsidi dari pemerintah.
 
Kemudian BFI Finance terus mendapatkan dukungan dari para mitra pendanaan, baik perbankan maupun pasar modal. Pada awal September 2020, BFI Finance telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III Tahun 2020 dengan jumlah pokok Obligasi sebesar Rp832 miliar.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif