IHSG. Foto: MI.
IHSG. Foto: MI.

IHSG Pagi Langsung Hijau, Naik 0,87%

Arif Wicaksono • 04 Mei 2026 09:47
Ringkasnya gini..
  • Pada Senin pagi, 4 Mei 2026, IHSG Bursa Efek Indonesia dibuka naik 0,87 persen ke level 7.016.
  • Indeks saham utama Amerika Serikat ditutup bervariasi pada akhir pekan lalu, dengan S&P 500 mencetak rekor intraday tertinggi baru.
Jakarta: Pergerakan IHSG dibuka menguat pada perdagangan pagi ini. Meski demikian, sentimen global yang masih beragam membuat pergerakan indeks diperkirakan cenderung terbatas.
 
Pada Senin  pagi, 4 Mei 2026, IHSG Bursa Efek Indonesia dibuka naik 0,87 persen ke level 7.016. 
 
Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 juga mencatat kenaikan sebesar 0,96 persen ke posisi 675. Lalu indeks unggulan JII naik 1,64 persen dengan berada pada level 469. 
 
Baca juga: Jelang Libur Panjang, IHSG Diprediksi Koreksi Tipis karena Aksi Ambil Untung

Saham BBCA, BBRI, BMRI, ASII, ANTM serta TLKM naik pada pembukaan perdagangan hari ini. 
 
Kenaikan ini menunjukkan adanya sentimen positif di awal perdagangan, meski masih dibayangi tekanan eksternal.

Bursa Global Menguat 

Indeks saham utama Amerika Serikat ditutup bervariasi pada akhir pekan lalu, dengan S&P 500 mencetak rekor intraday tertinggi baru. Penguatan ini didorong oleh kenaikan saham Apple serta meredanya harga minyak di awal bulan perdagangan Mei.
 
Indeks Dow Jones melemah 152,9 poin atau 0,37% ke level 49.499. Sementara itu, Nasdaq menguat 222,1 poin atau 0,89% menjadi 25.114, dan S&P 500 naik 21,1 poin atau 0,29% ke posisi 7.230.

Di kawasan Eropa, pergerakan bursa juga cenderung positif. Indeks FTSE turun tipis 0,14% ke 10.364. Sebaliknya, DAX melonjak 1,41% ke 24.292 dan CAC 40 naik 0,53% ke level 8.115.
Beralih ke Asia, indeks Nikkei menguat 0,38% ke 59.513.
 
Namun, Hang Seng melemah cukup dalam 1,28% ke 25.777. Sementara itu, Shanghai Composite naik tipis 0,11% ke 4.112.

Yield Obligasi dan Risiko Indonesia Naik

Imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia tenor 10 tahun naik ke 6,8435%. Sementara itu, indeks obligasi korporasi ICBI melemah 0,12% ke 435,85.
 
Di pasar global, yield US Treasury tenor 10 tahun turun ke 4,378%, sementara tenor 30 tahun turun ke 4,966%. Adapun indeks volatilitas VIX naik tipis ke level 16,99.
 
Dari sisi risiko, premi credit default swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun meningkat 3,23% ke level 91,72, menandakan persepsi risiko investor terhadap Indonesia sedikit meningkat.
 
Nilai tukar rupiah ditutup melemah tipis terhadap dolar AS. Rupiah berada di level Rp17.336,50 per dolar AS atau turun 0,05%. Sementara itu, kurs referensi JISDOR justru menguat ke Rp17.378 per dolar AS.
 
Indeks dolar AS tercatat naik tipis ke 98,15, mencerminkan penguatan moderat mata uang Negeri Paman Sam terhadap mata uang global lainnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan