Jasa Marga. (Dok; Setkab).
Jasa Marga. (Dok; Setkab).

Jasa Marga, Emiten BUMN Pertama Ikut Aksi Buyback

Ekonomi bumn bursa saham jasa marga Buyback
Annisa ayu artanti • 12 Maret 2020 17:31
Jakarta: PT Jasa Marga Tbk (JSMR) akan menjadi emiten pelat merah yang pertama kali melancarkan aksi membeli saham kembali atau buyback setelah pihak Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengizinkan melakukan buyback.
 
Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 12 Maret 2020, Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengatakan akan melakukan buyback saham dengan total pengeluaran dana sebesar Rp500 miliar.
 
"Pembelian kembali saham perseroan akan dilaksanakan dalam jangka waktu paling lama tiga bulan dari keterbukaan informasi ini, terhitung sejak 13 Maret sampai 13 Juni 2020," kata Desi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Desi menjelaskan akhirnya perusahaan melakukan buyback lantaran kondisi perdagangan saham di BEI sejak awal 2020 sampai dengan ditetapkan surat edaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengalami tekanan yang signifikan.
 
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau turun sebesar 18,46 persen dan kondisi perekonomian regional dan global juga mengalami tekanan dan pelambatan, antara lain dlsebabkan oleh wabah virus korona (covid-19).
 
"Berdasarkan data perseroan, sejak 2 Januari 2020 hingga 11 Maret 2020 tercatat mengalami penurunan sebesar 15,9 persen yaitu dari harga Rp5.175 turun ke harga Rp4.350," sebut dia.
 
Menurutnya, penurunan signifikan harga saham itu tidak mencerminkan kinerja positif perseroan sehingga perseroan bermaksud untuk menunjukkan komitmennya dalam rangka meningkatkan nilai pemegang saham, dengan mengembahkan kelebihan arus kas bebas (excess free cash flow) kepada para pemegang sahamnya melalui pembelian kembali saham perseroan.
 
Adapun biaya aksi buyback ini, tambah Desi, akan menggunakan laba perusahaan. Akibatnya, dari sisi laba bersih perseroan akan ada penurunan akibat hilangnya pendapatan bunga deposito.
 
"Namun penurunan tersebut tidak berdampak material terhadap biaya operasional perseroan, sehingga laba-rugi diperkirakan masih sejalan dengan target perseroan," tukasnya.
 

(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif