Ilustrasi. Foto: MI/Sayuti
Ilustrasi. Foto: MI/Sayuti

Pendapatan Bersih HERO Jeblok 35%, Cuma Raup Rp4,4 Triliun hingga Kuartal III

Husen Miftahudin • 09 Desember 2021 21:28
Jakarta: PT Hero Supermarket Tbk meraih pendapatan bersih sebesar Rp4,4 triliun hingga kuartal III-2021. Raihan pendapatan bersih emiten retail berkode saham HERO tersebut jeblok sebanyak 35,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,8 triliun.
 
Director of Finance HERO Erwantho Siregar mengatakan penurunan signifikan pendapatan bersih perseroan terjadi karena meluasnya dampak pandemi covid-19 di Indonesia. Kondisi tersebut ditambah dengan pembatasan sosial melalui kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
 
"Pembatasan sosial oleh PPKM mempunyai dampak jumlah pengunjung yang lebih sedikit lebih rendah dibandingkan tahun lalu, dan juga jam operasional yang lebih singkat. Ini sangat berdampak pada gerai-gerai kami yang ada di dalam mal," ujar Erwantho dalam Public Expose tahunan yang disiarkan secara virtual, Kamis, 9 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, lanjutnya, perubahan pola belanja masyarakat pada masa pandemi juga turut membuat pendapatan bersih HERO Group jeblok. Erwantho menilai di masa pandemi, popularitas Hypermarket mengalami penurunan drastis.
 
Ia menambahkan, pada tahun ini terjadi perubahan segmen penjualan secara proporsi, sektor makanan (food) mengkontribusikan 55 persen laba perusahaan. Sementara sebesar 45 persen lainnya disumbang oleh sektor non-food.
 
"Jadi lebih berimbang kontribusi food dan non-food untuk tahun ini. Sementara di 2020, food mengkontribusikan 70 persen dari bisnis dan non food mengkontribusikan 30 persen dari bisnis," paparnya.
 
Adapun pendapatan kotor (gross profit) HERO Group hingga kuartal III-2021 tercatat sebesar Rp1,2 triliun, turun 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Erwantho menuturkan, penurunan laba kotor yang lebih rendah dari penurunan pendapatan bersih terjadi karena adanya perbaikan margin pendapatan kotor (gross profit margin to sales) di tahun ini.
 
"Di 2020, gross profit margin to sales kita sekitar 26 persen, tapi di 2021 ini sekitar 27,3 persen. Jadi ada perbaikan margin (laba kotor)," papar dia.
 
Untuk total pengeluaran perseroan hingga kuartal III-2021 sebesar Rp1,9 miliar, lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Namun dalam total pengeluaran ini terdapat biaya restrukturisasi akibat tinjauan strategi bisnis yang dilakukan HERO Group pada 2021 ini.
 
"Sehingga rugi periode berjalan ini setelah manfaat Pajak Penghasilan (PPh) itu di Rp747 miliar. Peningkatan kerugian ini dibanding tahun lalu yang sebesar Rp339 miliar kerugiannya terjadi karena turunnya penjualan dan adanya beban restrukturisasi," pungkas Erwantho.
 
Hero Supermarket merupakan perusahaan ritel modern pertama di Indonesia. HERO Group saat ini telah mengoperasikan tiga unit bisnis, yakni Hero Supermarket, Guardian Health and Beauty, dan IKEA Home Furnishings.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif